Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Harga Kedelai di Junrejo Terus Merangkak

Fajar Andre Setiawan • Jumat, 11 April 2025 | 22:40 WIB
HARGA NAIK: Salah seorang penjual kedelai di Beji, Kecamatan Junrejo, menunjukkan biji kedelai impor miliknya. ( MOH RIZAL/RADAR BATU)
HARGA NAIK: Salah seorang penjual kedelai di Beji, Kecamatan Junrejo, menunjukkan biji kedelai impor miliknya. ( MOH RIZAL/RADAR BATU)

JUNREJO - Dampak melemahnya rupiah terhadap dolar AS semakin terasa.

Belakangan harga kedelai sangat fluktuatif cenderung terus meningkat.

Bahkan, dalam sepekan perubahan harganya bisa mencapai tiga kali.

Maklum, mayoritas kedelai yang beredar di pasar merupakan hasil impor.

Salah seorang pegawai toko kedelai di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Suyanto mengaku kena ikan harga kedelai terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

Tepatnya dimulai sejak 3 April lalu.

Saat itu kurs dolar sudah naik menjadi Rp 16.715.

Itu sudah membuat harga kedelai naik Rp 200.

Kemudian kurs dolar kembali naik menjadi 16.950 pada 7 April.

Otomatis itu membuat harga kedelai mengalami kenaikan Rp 200.

Lalu 9 April lalu, kurs dolar di angka 16.990 yang membuat harganya naik lagi sebesar Rp 100.

Sehingga, dari harga semula Rp 9.200 per kilogram, kini menjadi Rp 9.700 per kilogram kedelai.

Suyanto menyampaikan harga kedelai sebenarnya cukup stabil.

Terutama untuk kedelai impor.

Sebab, stoknya sejauh ini bisa dipastikan aman.

Untuk itu, dia perlu mengatur strategi dalam menyikapi fluktuasi hari yang terjadi sepekan terakhir ini.

“Saya biasanya sampaikan ke konsumen (kenaikan harga) sehari sebelum melakukan pe nyesuaian harga,” ungkapnya.

Menurutnya langkah itu juga bisa merawat hubungan baik dengan konsumen.

Kendati Suyanto mengaku pasrah dengan kondisi rupiah saat ini.

Sebab, tak ada jaminan kapan melemahnya mata uang RI itu bisa segera berlalu.

“Karena kalau mau menyetok, kadang barangnya juga terbatas. Kami mau beli 30 ton sedangkan di batasi 20 ton,” jelasnya.

Terpisah, salah seorang produsen tahu di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Sutrisno mengungkapkan fluktuasi harga kedelai tentu memengaruhi industri olahan turunannya.

Seperti tahu dan tempe.

Dia menyebut idealnya harga kedelai Rp 8-8,5 ribu.

Harga kedelai di pasar saat ini membu at keuntungannya sangat tipis.

Sebab, Sutrisno mengaku tak mungkin menaikkan harga atau mengurangi ukuran tahu produksinya.

Meski hanya ada dua opsi itu untuk menghindari kerugian.

“Risikonya besar kalau mau menaikkan harga. Pembeli bisa kabur dan untuk merubah ukuran juga perlu cetakan baru yang lebih kecil dari yang saya gunakan sekarang,” pungkasnya. (iza/dre)

Editor : Aditya Novrian
#melonjak #kedelai #harga #Junrejo #rupiah melemah #kota batu