BATU - Banyak orang menjual perhiasan emasnya menjelang Lebaran tahun ini.
Fenomena ini berubah jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Biasanya lebih banyak orang yang berburu perhiasan emas untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Salah satu staf Toko Emas Mutiara Jaya di Pasar Induk Among Tani Batu, Yoga mengaku lebih banyak melayani penjualan perhiasan emas selama sepekan terakhir ini.
Bahkan, jumlahnya meningkat dua kali lipat jika dibandingkan tahun lalu.
Meski begitu, jumlah pembeli juga tetap mengalami peningkatan.
Yakni sebesar 50 persen.
Yoga menyebut pembeli cenderung memilih jenis emas muda dengan harga berkisar Rp 600 ribu per gram.
Itu didominasi perhiasan untuk anak-anak.
Dia menduga fenomena itu disinyalir lantaran kondisi ekonomi yang sedang melemah.
Itu berdampak terhadap turunnya daya beli masyarakat.
Yoga menyampaikan harga emas saat ini cukup tinggi.
“Sekitar Rp 1,3 juta untuk kadar 16 karat,” paparnya.
Dia mengaku pesimistis penjualan emas tahun ini bisa setinggi tahun lalu.
Sebab, hingga saat ini belum ada tanda-tanda peningkatan daya beli masyarakat.
“Kalau tahun lalu, menjelang Lebaran seperti saat ini penjualan bisa meningkat dua kali lipat,” ungkapnya.
Senada dengan itu, General Manager Toko Emas Bulan Purnama Ade Suratman juga mengaku lebih banyak menerima penjualan daripada pembelian.
“Sejak memasuki Ramadan harganya naik. Dari sebelumnya Rp 1,2 juta menjadi Rp 1,3 juta untuk 16 karat,” paparnya.
Minat pembeli juga didominasi jenis emas muda.
Baca Juga: Cabor Paralayang Target Raih 5 Medali Emas Porprov 2025
Dengan harga Rp 600-800 ribu per gram. Itu karena model yang ditawarkan lebih bervariasi dibandingkan emas dengan kadar lebih tinggi.
“Cincin, gelang, dan kalung sama-sama dicari. Khususnya untuk anak-anak,” jelas dia.
Ade memprediksi tren penjualan perhiasan emas di kalangan masyarakat akan terus berlanjut setelah Lebaran.
Biasanya, masyarakat akan membutuhkan uang setelah momen yang membuat pengeluaran besar-besaran itu. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho