Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Tumpukan Meja Ganggu Pemandangan Pasar Induk

Fajar Andre Setiawan • Minggu, 22 Desember 2024 | 19:55 WIB
TIDAK RAPI: Meja pedagang pagi bertumpuk tak beraturan di tepi jalan area parkir belakang Pasar Induk Among Tani Batu.
TIDAK RAPI: Meja pedagang pagi bertumpuk tak beraturan di tepi jalan area parkir belakang Pasar Induk Among Tani Batu.

BATU - Tumpukan meja pedagang pagi menjadi potret yang merusak pemandangan Pasar Induk Among Tani.

Meja-meja yang habis digunakan berjualan itu tampak ditumpuk dan diletakkan serampangan di pinggir-pinggir jalan area belakang pasar.

Tentu saja pemandangan itu merusak estetika dan kemegahan pasar terbesar di Indonesia itu.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Induk Among Tani Batu Gadis Dewi Primandhasari mengaku belum ada tempat yang pas untuk difungsikan sebagai gudang penyimpanan meja-meja tersebut.

“Sebenarnya ada yang potensial untuk digunakan untuk tempat penyimpanan meja pedagang pasar pagi,” ujarnya.

Yakni ruangan yang ada di bawah bangunan Pasar Unggas.

Sayangnya, jarak ruangan tersebut dinilai cukup jauh.

Sehingga, tidak efisien jika digunakan.

Apalagi Gadis menyebut jumlah meja yang harus ditampung sangat banyak.

“Kalau jumlah pedagangnya 1.097, artinya jumlah mejanya kurang lebih juga segitu,” imbuhnya.

Dia mengaku masih memikirkan opsi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Sebab, saat ini masih belum ada ruang yang memungkinkan dan representatif.

Gadis berharap rencana pembangunan parkir bertingkat di pasar induk bisa segera terealisasi.

Sebab, bagian dasarnya bisa didesain untuk dimanfaatkan sebagai gudang penyimpanan.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Pasar Pagi Rubianto mengaku pemerintah pernah menjanjikan tempat penyimpanan logistik pedagang pasar pagi.

Namun, hingga saat ini belum ada realisasinya.

Dia berharap pemerintah segera menyediakan fasilitas gudang untuk menyimpan meja-meja tersebut. Agar tidak mengganggu pemandangan di pasar.

“Kami berharap tempatnya juga tidak jauh-jauh. Agar petugas tidak keberatan ketika harus mengeluarkan meja-meja tersebut untuk operasional,” ungkapnya.

Rubianto khawatir jika meja tersebut juga akan gampang rusak jika tidak disimpan dengan semestinya.

Apalagi dengan musim hujan seperti sekarang. (iza/dre)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pasar induk #kota batu