BATU - Harga wortel saat ini membuat petani mengelus dada.
Sebab, harganya anjlok sepuluh kali lipat jika dibandingkan dengan empat bulan lalu.
Harga wortel kini hanya Rp 1,5 ribu per kilogram.
Padahal empat bulan lalu harganya mencapai Rp 15 ribu per kilogram.
Itu membuat para petani rugi puluhan juta.
Itu sekaligus membuat para petani bimbang.
Antara tetap memanen wortel mereka atau membiarkan membusuk di lahan.
Sebab, biaya yang harus dikeluarkan untuk memanen tidak sepadan dengan hasil yang akan diperoleh.
Apalagi dengan kondisi harga wortel saat ini.
Sudah dipastikan petani akan merugi.
Bahkan sebagian hasil pertanian wortel sudah diambil untuk pakan ternak.
Ketua Gapoktan Sumber Jaya, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji Djoni Djunaedi mengatakan penurunan harga terjadi secara bertahap.
“Mulai dari Rp 15 ribu kemudian turun menjadi Rp 13 ribu. Penurunan itu terus terjadi seiring berjalannya waktu hingga sekarang,” ungkapnya.
Djoni mengatakan tidak semua wortel langsung dijual dalam bentuk mentah.
Melainkan juga sudah didistribusikan ke beberapa home industri untuk dijadikan produk turunan.
Salah satunya dalam bentuk keripik wortel.
Namun, hasil panen tetap lebih tinggi.
Sehingga, tidak semua wortel bisa terserap.
Dirinya juga menyampaikan beberapa petani juga tengah menunda masa panen wortel mereka.
Tujuannya untuk menunggu harga wortel pulih.
Biasanya wortel yang memiliki usia tanam selama 4 bulan sudah bisa dipanen.
Namun, kini wortel baru dipanen setelah memasuki usia tanam 5 bulan.
Itu artinya, mundur satu bulan dari biasanya.
“Maksimal hanya bisa ditunda sampai satu bulan saja. Kalau mundur sampai dua bulan, wortel sudah rusak dan tidak layak jual,” jelasnya.
Djoni menyebut ada beberapa faktor yang membuat harga wortel anjlok.
Yang jelas karena hasil panen yang melimpah. Alias oversupplay.
Sehingga, pasar tidak bisa menyerap semua hasil produksi.
Biasanya itu disebabkan masa panen yang berbarengan.
Selain itu, Djoni menilai penurunan daya beli masyarakat juga bisa menjadi penyebab lainnya.
Anjloknya harga wortel tersebut membuat petani mengalami kerugian mencapai Rp 40-50 juta.
Petani baru bisa untung jika harga wortel di tingkat petani sekitar Rp 7 ribu. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana