Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Ratusan Pedagang Pindah dari Pasar Pagi Kota Batu

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 10 September 2024 | 18:40 WIB
RAMAI: Pasar pagi masih tampak ramai meski 100 pedagang lebih sudah tak aktif kemarin (9/9).
RAMAI: Pasar pagi masih tampak ramai meski 100 pedagang lebih sudah tak aktif kemarin (9/9).

BATU - Jumlah pedagang pasar pagi terus berkurang.

Pasalnya, banyak yang akhirnya memutuskan untuk pindah ke pasar lain.

Itu lantaran pendapatan yang diperoleh pedagang terus merosot.

Terutama jika dibandingan dengan pendapatan saat masih berada di pasar relokasi Stadion Brantas dulu.

Koordinator Kuliner Pasar Pagi Ipeh mengatakan dua bulan terakhir ini penyusutan jumlah pedagang mencapai seratus lebih.

Ia mengatakan pedagang tersebut memilih pindah ke pasar lain.

Pasar yang banyak disasar yakni Pasar Karangploso.

Ekpansi pedagang pasar pagi itu sudah dimulai tak lama pasca relokasi dari Stadion Brantas ke Pasar Induk Among Tani Batu Ipeh mengaku itu karena pendapatan pedagang pasar pagi terus merosot.

Bahkan, penurunannya nyaris 50 persen.

“Itu jika dibandingkan dengan pendapatan ketika masih di pasar relokasi dulu,” ungkapnya.

Ipeh menilai itu lantaran manajemen parkir di Pasar Induk Among Tani masih belum tertata baik.

Sehingga, area pasar pagi tampak sempit.

Hal itu membuat pembeli tak leluasa untuk berbelanja.

Kendati begitu, Ipeh juga meminta agar parkir yang disediakan tidak terlalu jauh dari area pasar pagi.

Sehingga, pembeli tak gamang jika ingin berbelanja di sana.

Selain itu, Ipeh juga mengeluhkan keberadaan pedagang liar.

Pihaknya menilai UPT Pasar Induk Among Tani tak serius mengatasi itu.

Ia mengaku keberadaan pedagang liar sangat merugikan pedagang resmi.

Pasalnya, pedagang liar tidak memiliki kewajiban membayar retribusi.

Sementara, pedagang resmi wajib membayar setiap hari.

“Dari seribu lebih pedagang, saat ini jumlahnya mungkin tinggal 900-an saja,” ungkapnya.

Hal itu dibenarkan Ketua Pengawas Organisasi Pedagang Pasar Pagi Soladin.

Pihaknya menyampaikan alasan lain yang membuat pedagang berpaling.

Yakni karena faktor keamanan dan kenyamanan pasar.

“Dua hal itu yang tidak didapatkan baik oleh pedagang maupun pembeli,” ucapnya.

Soladin menyampaikan banyak pedagang mlijo atau pedagang sayur keliling yang sering mengeluh kehilangan dagangan.

“Kalau dulu aman karena ada tukang parkirnya. Sedangkan sekarang tidak ada sehingga menjadi rawan kehilangan,” pungkasnya. (aff/dre)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pindah #kota batu #pasar pagi #ratusan pedagang