Sampah dan Akar Bambu Sumbat Aliran Air Kota Batu

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Jumat, 30 Oktober 2026 | 15:00 WIB
Hujan deras dan sumbatan sampah picu banjir serta kerusakan infrastruktur di Kota Batu.
Hujan deras dan sumbatan sampah picu banjir serta kerusakan infrastruktur di Kota Batu.

BATU, RADAR BATU – Tumpukan sampah dan akar bambu yang menyumbat saluran drainase serta aliran sungai menjadi pemicu luapan air di lima titik Kota Batu pada Rabu (28/10) sekitar pukul 14.30.

Hujan deras memperbesar debit air, sementara sumbatan menghambat alirannya hingga meluber ke jalan dan permukiman.

Baca Juga: Cinepolis Umumkan Line-up Baru untuk Film yang Tayang di Sala de Arte, Ada Monster (2023)

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, material yang terbawa arus hujan setelah musim kemarau menumpuk di sejumlah saluran. Kondisi tersebut membuat air tidak mengalir lancar dan akhirnya meluap.

“Sumbatan di beberapa titik itulah yang akhirnya menyebabkan luapan air meluap ke jalan,” paparnya.

Baca Juga: Raisa Mendonasikan Pendapatannya dari ‘Nyawa dan Harapan’ guna Mendukung Restorasi Habitat Indonesia

Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mencatat lima titik utama terdampak. Dua titik berada di Kecamatan Junrejo dan tiga lainnya di Kecamatan Batu.

Di Jalan Diponegoro, Desa Mojorejo, sumbatan sampah ditemukan pada empat titik saluran drainase. Air meluap ke badan jalan hingga sekitar 15 sentimeter dan mengalir cukup deras. Kondisi tersebut mengganggu lalu lintas serta aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Prediksi Cuaca Kota Batu 30 Oktober: Kabut Tebal dari Dini Hari, Hujan Ringan Siang hingga Sore Hari

Sumbatan drainase juga menyebabkan air masuk ke rumah warga di Jalan Diponegoro Nomor 74, RT 04 RW 01, Dusun Junwatu, Desa Junrejo.

Perabotan rumah basah akibat luapan air. Di lokasi yang sama, arus deras mengangkat permukaan jalan sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar lima meter.

Baca Juga: Prediksi Cuaca Kota Batu 30 Oktober: Kabut Tebal dari Dini Hari, Hujan Ringan Siang hingga Sore Hari

Berbeda dengan dua titik tersebut, kejadian di Dusun Krajan Lor, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, berupa longsoran plengsengan.

Hujan berintensitas tinggi dan kapasitas drainase yang tidak memadai memicu ambrolnya plengsengan sepanjang 35 meter dengan tinggi empat meter. Longsoran menimpa kandang ayam dan taman milik warga.

Baca Juga: Jadwal Salat Kota Batu 30 Oktober 2026

Sementara itu, di Jalan Mangga, Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, tumpukan sampah dan akar bambu menyumbat aliran sungai. Air meluap hingga menghanyutkan perabotan warung milik Fifin.

Masih di Jalan Mangga, plengsengan dan pagar tembok milik Golden Tulip ambrol sepanjang sekitar 30 meter dengan tinggi tujuh meter.

Baca Juga: Puthu Lanang Malang, Jajanan Jadul yang Bertahan Sejak 1935

Material tanah dan bebatuan menimpa kebun jeruk milik Senari serta menutup aliran sungai di bawahnya. Sebanyak 20 pohon jeruk terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Suwoko mengatakan, tim gabungan diterjunkan untuk melakukan kaji cepat dan membersihkan material penyumbat saluran. Relawan juga dikerahkan untuk membantu penanganan di lokasi.

Baca Juga: Pukis vs Pancong, Apa Bedanya? Ini Rekomendasi Jajanannya di Kota Batu

Pembersihan menjadi langkah darurat untuk mengurangi risiko luapan susulan. Terlebih, potensi hujan berintensitas sedang hingga tinggi masih perlu diwaspadai di Kota Batu.

Suwoko memastikan kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerusakan jalan, plengsengan, bangunan, dan kebun menunjukkan bahwa luapan air berdampak lebih luas daripada sekadar genangan di badan jalan. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
banjir bpbd kota batu luapan air