
BATU, RADAR BATU – Kerusakan jalan dan plengsengan menjadi dampak paling menonjol dari luapan air di lima titik Kota Batu pada Rabu (28/10).
Selain mengganggu lalu lintas dan merendam rumah warga, arus deras mengangkat permukaan jalan sepanjang 10 meter serta memicu longsor plengsengan hingga puluhan meter.
Baca Juga: Cinepolis Umumkan Line-up Baru untuk Film yang Tayang di Sala de Arte, Ada Monster (2023)
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Suwoko menjelaskan, kerusakan jalan terjadi di Jalan Diponegoro Nomor 74, RT 04 RW 01, Dusun Junwatu, Desa Junrejo.
Arus air yang tidak tertampung drainase mengangkat permukaan jalan sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar lima meter.
Baca Juga: Raisa Mendonasikan Pendapatannya dari ‘Nyawa dan Harapan’ guna Mendukung Restorasi Habitat Indonesia
Dampak kerusakan lebih besar terjadi di Dusun Krajan Lor, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. Hujan berintensitas tinggi disertai kapasitas drainase yang tidak memadai menyebabkan plengsengan sepanjang 35 meter dengan tinggi empat meter longsor.
Materialnya menimpa kandang ayam dan area taman milik warga. Kerusakan juga terjadi di Jalan Mangga, Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu.
Baca Juga: Prediksi Cuaca Kota Batu 30 Oktober: Kabut Tebal dari Dini Hari, Hujan Ringan Siang hingga Sore Hari
Plengsengan dan pagar tembok milik Golden Tulip ambrol sepanjang sekitar 30 meter dengan tinggi tujuh meter.
Longsoran tanah dan bebatuan menimpa kebun jeruk milik Senari. Sebanyak 20 pohon jeruk terdampak, sedangkan material longsor menutup aliran sungai di bawahnya.
Baca Juga: Jadwal Salat Kota Batu 30 Oktober 2026
Di titik lain di Jalan Mangga, luapan sungai akibat sumbatan sampah dan akar bambu menghanyutkan perabotan warung milik Fifin.
Sementara itu, sumbatan sampah pada empat titik drainase di Jalan Diponegoro, Desa Mojorejo, membuat air meluap ke jalan hingga sekitar 15 sentimeter.
