Seleksi Direksi PT BWR Kota Batu Gagal, Evaluasi Harus Total

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 15:30 WIB
Grafis Rekrutmen PT BWR
Grafis Rekrutmen PT BWR

 BATU – Rekrutmen ulang direksi dan komisaris PT Batu Wisata Resource (BWR) dinilai harus diawali evaluasi menyeluruh. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu perlu mencari penyebab proses seleksi sebelumnya gagal menghasilkan kandidat terpilih.

Pengamat kebijakan publik Universitas Brawijaya (UB) Andhyka Muttaqin mengatakan, evaluasi perlu menyentuh tata kelola, model bisnis, hingga prospek perusahaan.

Dari 16 pelamar pada akhir 2025, tidak ada yang memenuhi seluruh ketentuan administrasi dan kualifikasi. Kondisi itu, menurut Andhyka, perlu dijadikan bahan evaluasi sebelum seleksi kembali dibuka.

“Pemerintah perlu mencari tahu mengapa masyarakat atau profesional yang memenuhi syarat tidak tertarik mendaftar,” ujarnya.

Baca Juga: PT BWR Kota Batu Bidik Songgoriti, Direksi Belum Terisi

Menurut dia, rendahnya minat kandidat potensial bisa berkaitan dengan tingkat kepercayaan terhadap perusahaan. Rekam jejak BWR pada periode sebelumnya perlu dikaji secara terbuka.

Namun, Andhyka mengingatkan agar Pemkot Batu tidak buru-buru menyimpulkan persoalan tersebut sebagai masalah kepercayaan publik. Pemerintah perlu menggali langsung masukan dari kalangan profesional.

Salah satu hal yang harus dijawab ialah arah bisnis BWR. Kandidat direksi membutuhkan gambaran mengenai perusahaan yang akan mereka kelola.

Baca Juga: Dari 16 Pelamar Seleksi Direksi PT BWR Kota Batu, Tak Ada yang Lolos Semua Syarat

Pemkot Batu, lanjut Andhyka, perlu menjelaskan target bisnis, kewenangan manajemen, sumber pendanaan, hingga proyeksi usaha. Tanpa kejelasan tersebut, posisi direksi berisiko hanya menawarkan jabatan tanpa kepastian bisnis.

Persyaratan calon direksi dan komisaris juga perlu dievaluasi. Integritas, rekam jejak, dan kepatuhan hukum tetap menjadi pertimbangan utama.

Namun, pengalaman kandidat tidak harus terbatas pada badan usaha milik daerah (BUMD). Pemkot dapat membuka ruang bagi profesional dari sektor swasta, pariwisata, properti, investasi, hingga pemasaran.

“Sepanjang para kandidat tersebut memenuhi ketentuan dan memiliki kemampuan manajerial yang teruji, mereka berhak diberikan ruang untuk memimpin,” katanya.

Andhyka juga menyoroti wacana pergantian nama BWR. Menurutnya, langkah tersebut dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari rebranding. Namun, pergantian identitas bukan solusi utama.

Baca Juga: Rekrutmen Direksi PT BWR Kota Batu Bakal Diulang

“Mengganti nama tanpa memperbaiki tata kelola, manajemen, dan model bisnis hanya akan mengubah tampilan luar saja, bukan menyelesaikan masalahnya,” tegasnya.

Karena itu, rekrutmen ulang seharusnya tidak sekadar mencari figur baru. Pemkot Batu perlu memastikan perusahaan yang akan dipimpin memiliki fondasi bisnis yang jelas.

Kejelasan tersebut menjadi penting agar seleksi berikutnya tidak kembali berakhir tanpa kandidat yang memenuhi kebutuhan perusahaan. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
pt bwr rekrutmen PT BWR kota batu pemkot batu bapenda