Harga Telur di Kota Batu Naik Rp 3 Ribu Per Kilogram

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 19:00 WIB
HARGA NAIK: Salah satu pedagang menata telur di kios miliknya di Jalan Brantas, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu pada Senin lalu (20/7).
HARGA NAIK: Salah satu pedagang menata telur di kios miliknya di Jalan Brantas, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu pada Senin lalu (20/7).

BATU, RADAR BATU - Harga telur ayam di Kota Batu naik Rp 3 ribu per kilogram dalam dua pekan terakhir. Sebelumnya, harganya berada di sekitar Rp 23 ribu per kilogram. Namun, kini harganya tembus Rp 26-28 ribu per kilogram, bergantung kualitas. Pedagang menyebut kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan, terutama untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pedagang telur di Jalan Agus Salim, Kelurahan Temas, Andi mengatakan kenaikan harga mulai terasa sejak program MBG berjalan. Meski harga naik, permintaan rumah tangga relatif stabil. Sebab, telur masih menjadi kebutuhan pokok. “Karena telur merupakan bahan pokok, daya beli masyarakat masih cukup stabil,” ujarnya.

Andi memasok telur langsung dari peternak di Blitar dengan penjualan sekitar 300 kilogram per pekan. Dalam sehari, ia mampu menjual 40-50 kilogram. Sedangkan, pada akhir pekan meningkat hingga 60 kilogram. Kendala yang dihadapi justru telur retak atau pecah yang harus dijual lebih murah. Selisih harganya mencapai Rp 3-4 ribu per kilogram.

Kondisi berbeda dirasakan Kurnaini, pedagang di Jalan Brantas, Kelurahan Ngaglik. Ia mengaku kenaikan harga justru menekan volume penjualan. Dua pekan lalu, telur masih dijual Rp 20-22 ribu per kilogram. Kini harganya mencapai Rp 23-28 ribu. Saat harga murah, penjualannya bisa mencapai 60-100 kilogram per hari.

“Ketika harga naik, volumenya turun menjadi sekitar 40 kilogram. Naik turunnya harga lebih dipengaruhi stok dan permintaan pasar,” katanya. Menurut Kurnaini, pelanggan dari sektor katering, toko roti, dan kafe juga belum sepenuhnya kembali. Bahkan, dalam hampir sebulan terakhir, permintaan dari usaha katering nyaris tidak ada karena minimnya kegiatan hajatan.

Selain telur ayam, harga telur puyuh juga ikut naik. Dari sebelumnya sekitar Rp 23 ribu, kini mencapai Rp 30 ribu per kilogram. Lonjakan harga tersebut seiring naiknya harga di tingkat grosir menjadi sekitar Rp 27 ribu per kilogram. (kr2/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
telur ayam radar batu harga naik kota batu