BATU, RADAR BATU - Rehabilitasi total lima ruas jalur kritis di Kota Batu dipastikan dieksekusi pada triwulan kedua tahun ini. Infrastruktur dasar tersebut saat ini dalam kondisi rusak parah akibat tergerus cuaca ekstrem dan beban volume kendaraan. Pemkot Batu menilai kerusakan jalur tak bisa ditangani dengan skema pemeliharaan rutin.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu Eko Setyawan menyebut kelima ruas jalan yang dibidik tersebar di tiga kecamatan. “Sasarannya mencakup ruas Jalan Sumberjo-Ngaglik, Jalan Pande di Kecamatan Junrejo, dan Jalan Mawar di Kelurahan Oro-Oro Ombo,” beber Eko.
Dua target sisanya akan menyasar akses jalan di Kelurahan Songgokerto serta Jalan Payan di kawasan Punten. Kelima titik ini dinilai sudah tidak mempan jika sekadar ditambal sulam.
Baca Juga: Dari Kebun ke Jalur Lumpur, Sensasi Fun Offroad di Kebun 8 Jadi Pengalaman Liburan Berbeda
Eko menarik garis tegas antara program rehabilitasi dan pemeliharaan. Sepanjang triwulan pertama tahun ini, petugas Bina Marga memang telah memoles 68 titik kerusakan.
Namun, itu sekadar pemeliharaan rutin harian. Fokusnya murni menambal lubang aspal dan merapikan permukaan jalan demi merespons aduan warga secara cepat. “Pemeliharaan dan rehabilitasi adalah dua domain yang berbeda. Eksekusi rehabilitasi baru akan terlaksana pada triwulan kedua ini,” tegasnya.
Baca Juga: Jalur Klemuk Ditutup, Pelanggaran Masih Marak, Rehabilitasi Mandek, Portal Terus Diterobos
Meski proyek perombakan aspal ini mendesak, ironisnya, kepastian alokasi anggaran masih menjadi teka-teki. Pemkot belum bisa merinci besaran dana yang akan disedot dari kas daerah. Pemerintah hanya melempar garansi politis bahwa program rehabilitasi ini memegang status prioritas demi mendongkrak kelayakan infrastruktur Kota Batu. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho