BATU, RADAR BATU - Menjelang fase puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina sebanyak 226 jemaah haji asal Kota Batu menunaikan ibadah umrah sunah di Makkah pada 12 Mei lalu. Ritual tambahan ini dieksekusi usai jemaah merampungkan umrah wajib pada skema haji tamatu.
Rombongan jemaah haji tahun ini terdiri atas 122 jemaah perempuan dan 104 jemaah laki-laki. Di tengah rombongan itu, tercatat nama Dewi Marrijah yang menjadi jemaah tertua dengan usia 84 tahun. Intensitas ibadah dan cuaca mulai berdampak pada kondisi fisik.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu Basuki Rachmat memastikan kesehatan jemaah secara umum terpantau stabil. Meski demikian, ia tak menampik adanya sejumlah jemaah yang tumbang terserang flu dan demam akibat kelelahan parah.
Baca Juga: Beberapa Panduan Sunnah Idul Adha: Dari Takbir hingga Berbagi Kebahagiaan
“Bagi yang kondisinya menurun, kami anjurkan banyak istirahat dan fokus pada rukun dan ibadah yang wajib saja,” tegas Basuki. Puncak ibadah haji, yakni wukuf di Padang Arafah diproyeksikan berlangsung pada 24-25 Mei mendatang. Fase ini membutuhkan ketahanan fisik maksimal untuk menjalani rangkaian salat dan zikir di padang pasir.
Pemetaan asal jemaah menunjukkan Kecamatan Batu mendominasi dengan kontribusi 128 orang. Lalu, disusul Kecamatan Bumiaji dengan 54 orang dan Kecamatan Junrejo sebanyak 44 orang. Menariknya, kloter Kota Batu turut menampung jemaah limpahan dari kawasan perbatasan Kabupaten Malang seperti Kecamatan Dau, Karangploso, Pujon, dan Ngantang.
Baca Juga: Pemkot Batu Fasilitasi Calon Jemaah Haji dengan Tujuh Bus ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya
“Mereka dialihkan ke sini karena jarak domisilinya secara geografis lebih dekat ke Batu,” jelas Basuki. Sesuai jadwal, jika seluruh rangkaian Armuzna tuntas, pemulangan jemaah haji ke Tanah Air akan dilakukan secara bertahap mulai 1 Juni hingga 1 Juli mendatang. (aff/dre)
Editor : A. Nugroho