Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Kemenag Jatim Tegaskan Perang Lawan Korupsi, ASN Diminta Tolak Suap dan Gratifikasi

Zanadia Manik Fatimah • Kamis, 23 April 2026 | 19:25 WIB
Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar
Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar

KOTA BATU, RADAR BATU – Komitmen pemberantasan korupsi kembali ditegaskan Kementerian Agama Republik Indonesia wilayah Jawa Timur. Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak menerima maupun meminta suap serta menjauhi praktik gratifikasi dalam bentuk apa pun.

Peringatan itu disampaikan saat kunjungan di MAN 2 Kota Batu, Kamis (23/4). Ia menegaskan akan mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran yang terbukti.

“Termasuk jika ada undangan seperti ini kemudian bapak/ibu memaksa saya menerima uang atau bentuk lainnya, keesokan harinya mohon bersiap untuk dicopot dari jabatannya,” tegasnya.

Baca Juga: Rumput Stadion Brantas Batu Diperbarui, Kini Bisa Direkomendasikan untuk Gelar Laga Resmi

Bahtiar menekankan, Kota Batu yang telah menyandang predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) harus mampu menjaga capaian tersebut. Menurutnya, konsistensi dalam menolak praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) menjadi kunci utama mempertahankan kepercayaan publik.

Ia juga menilai, pembiasaan menolak gratifikasi sekecil apa pun merupakan bagian penting dalam membangun integritas ASN. Hal itu dinilai mampu memperkuat citra lembaga sekaligus mencegah potensi pelanggaran.

Selain itu, Bahtiar membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran di lingkungan Kemenag. Ia memastikan siap menerima aduan kapan saja.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Batu 23 April 2026: Berawan hingga Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah

“Handphone saya siap 24 jam, silakan hubungi saya. Pasti akan didalami dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan ASN untuk bersyukur atas penghasilan yang diterima serta mengelolanya secara bijak. Sikap tersebut dinilai menjadi benteng moral agar tidak tergoda melakukan pelanggaran.

“Sebab Tuhan pasti mencukupkan kebutuhan makhluk-Nya, bukan sekadar memenuhi keinginan,” pungkasnya.

Editor : Aditya Novrian
#Kemenag Jatim #antikorupsi ASN #gratifikasi ASN #WBK Kota Batu #Akhmad Sruji Bahtiar