BATU, RADAR BATU – Pertumbuhan investasi di Kota Batu menunjukkan lonjakan signifikan. Di tengah tekanan ekonomi global, nilai investasi di kota wisata ini dilaporkan meningkat hingga dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Fakta tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Provinsi (Rakonkorprov) DPP Apindo Jawa Timur yang digelar di Senyum Hotel Jawa Timur Park 3, Rabu (22/4).
Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, mengapresiasi kontribusi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dalam membangun iklim investasi berbasis sektor wisata. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi faktor kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sebagai kota wisata, sektor ini menjadi magnet utama bagi investor,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Batu Fasilitasi Calon Jemaah Haji dengan Tujuh Bus ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya
Heli menilai, geliat investasi yang masuk tidak lepas dari kekuatan sektor jasa dan pariwisata yang terus berkembang di Kota Batu. Selain itu, keterlibatan pelaku usaha dalam pemberdayaan masyarakat juga menjadi perhatian penting.
Ia mencontohkan praktik yang dilakukan Jawa Timur Park Group yang konsisten menyerap tenaga kerja lokal dalam operasionalnya. Model tersebut dinilai mampu menciptakan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.
“Kami berharap pelaku usaha lain juga memperkuat sektor jasa dan membuka lebih banyak peluang kerja,” tambahnya.
Meski tren investasi meningkat, Pemkot Batu menegaskan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian. Dengan luas wilayah yang terbatas dan hanya terdiri dari tiga kecamatan, pembangunan harus tetap mengacu pada tata ruang.
Baca Juga: Belanja Pegawai Overload, Pemkot Batu Minta Relaksasi ke Pusat
“Kami terbuka terhadap investasi, tetapi tetap selektif agar pembangunan tidak melanggar aturan,” tegas Heli.
Sementara itu, Ketua DPP Apindo Jatim, Eddy Widjanarko, menyambut positif keterbukaan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa pelaku usaha siap mendukung kebijakan pemerintah demi menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi.
“Anggota Apindo berkomitmen menyesuaikan kebijakan pemerintah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada investasi besar, Apindo Jatim juga menaruh perhatian pada penguatan sektor UMKM. Berbagai program pelatihan terus dilakukan, mulai dari workshop hingga strategi branding untuk meningkatkan daya saing.
Baca Juga: 11 Pengembang Serahkan PSU Senilai Rp741 Miliar kepada Pemkot Batu
Eddy menambahkan, pelatihan tersebut diharapkan mampu menciptakan transformasi ekonomi, di mana pekerja dapat naik kelas menjadi mitra usaha.
“Kami dorong agar yang sebelumnya karyawan bisa berkembang menjadi pelaku usaha baru,” tandasnya.
Editor : Aditya Novrian