BATU, RADAR BATU – Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo kini resmi memiliki kepala desa definitif. Wali Kota Batu Nurochman melantik Kepala Desa (Kades) Pergantian Antar-Waktu (PAW) terpilih, Takim, di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu, Jumat (17/4).
Pelantikan tersebut menjadi titik awal baru bagi tata kelola pemerintahan di Desa Torongrejo. Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur itu menilai, momentum ini penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pembangunan desa.
“Melalui transisi kepemimpinan ini, kami berharap ada sinergi dan kolaborasi konkret untuk pembangunan di tingkat desa,” ujar Cak Nur.
Baca Juga: Sekda Kota Batu Dibuka Nasional, Wali Kota Nurochman Tantang ASN Pemkot Jangan Minder
Ia juga menekankan pentingnya melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh adat. Hal itu mengingat kuatnya nilai budaya yang dimiliki Desa Torongrejo.
Selain itu, Pemkot Batu mendorong pemerintah desa agar menerapkan kebijakan yang adaptif terhadap dinamika masyarakat. Menurutnya, fleksibilitas menjadi kunci agar pembangunan bisa berjalan lebih efektif.
“Jika seluruh potensi desa bersinergi, pembangunan akan lebih mudah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Torongrejo terlantik, Takim, menyatakan siap menjalankan amanah sebagai pemimpin definitif. Ia menegaskan akan membawa gaya kepemimpinan yang lebih progresif dibanding saat menjabat sebagai penjabat (Pj) sebelumnya.
Baca Juga: 11 Pengembang Serahkan PSU Senilai Rp741 Miliar kepada Pemkot Batu
“Pelaksanaan APBDes yang sudah disepakati akan segera kita optimalkan sebagai langkah nyata,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, Takim akan memprioritaskan pengembangan sektor budaya dan wisata alam. Ia menilai potensi Desa Torongrejo masih belum dimanfaatkan secara maksimal.
Beberapa titik yang akan dikembangkan di antaranya Sumber Watu Saron, Arca Ganesha, dan Gunung Wukir.
Selama ini, Pendapatan Asli Desa (PAD) Torongrejo masih bergantung pada pemanfaatan tanah kas desa atau tanah bengkok. Ke depan, pemerintah desa menargetkan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan baru yang lebih berkelanjutan.
“Kita ingin mengoptimalkan destinasi wisata alam dengan pengelolaan yang lebih profesional,” tandasnya.
Editor : Aditya Novrian