BATU, RADAR BATU – Tebing setinggi sekitar 15 meter ambrol di jalur Payung Dua, tepatnya di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Rabu malam (8/4). Peristiwa yang terjadi menjelang tengah malam itu sempat membuat arus lalu lintas tersendat.
Longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 23.18 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah Kota Batu sejak malam hari. Kondisi tanah yang labil dan jenuh air memicu runtuhnya tebing di sisi jalan hingga menyeret vegetasi di atasnya.
Baca Juga: Alarm Keras Kota Batu! 5 Kali Banjir dan Longsor dalam Sebulan, Alih Fungsi Lahan Jadi Biang Kerok
Material longsor berupa tanah, rumpun bambu, serta ranting dan pohon menutup sebagian badan jalan. Akibatnya, jalur penghubung Kota Batu–Pujon sempat mengalami gangguan lalu lintas.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Suwoko menjelaskan bahwa longsoran memiliki panjang sekitar delapan meter dengan lebar lebih dari empat meter. Sementara tinggi tebing diperkirakan mencapai lebih dari 15 meter.
Material longsor juga menyeret pohon jenis sampang dan rumpun bambu dengan diameter sekitar 30 sentimeter serta tinggi mencapai 15 meter.
Menurutnya, pohon yang berada di tebing ikut tumbang karena akar tidak mampu menahan beban tanah yang jenuh air. Meski batangnya tidak terlalu besar, dahan dan ranting yang cukup banyak membuat proses pembersihan memerlukan waktu.
Baca Juga: Tebing Setinggi 18 Meter Longsor, Akses Jalan Menuju Pura Luhur Giri Arjuno Batu Tersendat
“Akibat jenuhnya tanah, pohon yang menempel di tebing ikut turun dan jatuh ke jalan bersama akarnya. Dahan dan ranting cukup banyak sehingga butuh waktu untuk pembersihan,” jelasnya.
Petugas langsung memberlakukan sistem buka tutup selama proses evakuasi material. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan.
BPBD Kota Batu bersama tim gabungan segera turun ke lokasi melakukan penanganan. Tim terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas PUPR Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan, kepolisian, perangkat kelurahan, relawan, hingga warga sekitar.
Baca Juga: Jalur Rawan Longsor Payung III Kota Batu Kembali Ambrol
Penanganan dilakukan melalui kaji cepat, koordinasi lintas sektor, serta pembersihan material secara manual dan menggunakan alat berat.
Proses evakuasi berlangsung lebih dari dua jam. Penanganan dimulai sekitar pukul 23.30 WIB dan baru selesai sekitar pukul 02.00 dini hari.
Setelah material berhasil dibersihkan, akses jalan kembali normal dan dapat dilalui kendaraan seperti biasa.
Baca Juga: Plengsengan Pendapa Desa Tulungrejo Kota Batu Longsor
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama tanah longsor. Mengingat, curah hujan di wilayah Kota Batu dan sekitarnya masih berpotensi tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Respons cepat tim gabungan dinilai berhasil meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Editor : Aditya Novrian