Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Penertiban Mandek, PKL Liar Alun-Alun Kota Wisata Batu Makin Membandel

Zanadia Manik Fatimah • Senin, 6 April 2026 | 11:30 WIB
MENJAMUR: Para pedagang kaki lima (PKL) liar berjualan di Jalan Gajahmada, kawasan Alun-Alun Kota Wisata Batu kemarin (5/3). ZANADIA MANIK FATIMAH/RADAR BATU
MENJAMUR: Para pedagang kaki lima (PKL) liar berjualan di Jalan Gajahmada, kawasan Alun-Alun Kota Wisata Batu kemarin (5/4). ZANADIA MANIK FATIMAH/RADAR BATU

SISIR, RADAR BATU - Penertiban pedagang kaki lima (PKL) liar di kawasan Alun-Alun Kota Batu belum menunjukkan hasil signifikan. Saat libur panjang sejak 3 hingga 5 April kemarin, puluhan PKL kembali menguasai sisi Jalan Gajahmada. Fenomena ini menguat seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.

BACA JUGA Pavingisasi Digenjot, Pemkot Batu Gelontorkan Rp12,5 M untuk 81 Titik Jalan Lingkungan

Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya 25 PKL membuka lapak di kawasan tersebut. Mereka mulai berdatangan sejak pagi sekitar pukul 09.30 dan terus bertambah hingga sore dan malam hari. Salah satu pedagang Agung (bukan nama sebenarnya) mengaku sengaja memanfaatkan momen libur panjang untuk berjualan.

“Kalau libur begini ramai, peluang pembeli lebih besar,” ujarnya. Ia menyadari aktivitas tersebut melanggar aturan. Pedagang liar berisiko ditertibkan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Namun, ia mengaku tidak selalu berjualan di kawasan alun-alun. Biasanya ia berpindah-pindah lokasi, terutama di sekitar sekolah dan titik keramaian lain.

BACA JUGA Proyeksi Pajak Pariwisata di Kota Batu Selama Lebaran Tembus Rp20 Miliar

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Kota Batu Puspita Herdy mengeluhkan maraknya pedagang liar yang terus berulang. Ia menyebut pihaknya telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut kepada Satpol PP. Namun, pola penertiban dinilai belum efektif. Setelah ditertibkan dan diberi edukasi, pedagang liar kerap kembali berjualan.

BACA JUGA Masa Depan Pertanian di Tengah Gejolak Alih Fungsi Lahan (7): Dulu Jadi Ikon Kota Kini Ditinggalkan Petani

“Satpol PP datang, PKL bubar. Setelah itu kembali lagi. Siklusnya begitu terus,” jelasnya. Ia berharap ada langkah lebih tegas, termasuk penempatan petugas di pos pantau agar pengawasan berjalan berkelanjutan. Kondisi ini menunjukkan minimnya pengawasan berkelanjutan dan belum optimalnya penataan kawasan membuat pelanggaran berulang. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
#pedagang kaki lima (PKL) #pkl liar #Alun Alun Kota Batu