Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Kuota Pupuk Subsidi di Kota Batu Bertambah, Ketimpangan Distribusi Jadi Sorotan

Zanadia Manik Fatimah • Kamis, 26 Maret 2026 | 13:30 WIB
BERAKTIVITAS: Petani asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji menyiram tanaman di lahan pertanian miliknya beberapa waktu lalu.
BERAKTIVITAS: Petani asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji menyiram tanaman di lahan pertanian miliknya beberapa waktu lalu.

 

BATU - Kebutuhan pupuk bersubsidi di sektor pertanian Kota Batu terus meningkat. Pada tahun anggaran 2026, alokasi pupuk subsidi ditambah 188 ton menjadi total 1.054 ton, naik dari 866 ton pada 2025. Penambahan ini ditujukan untuk menopang kebutuhan petani di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu Hendry Suseno mengatakan alokasi tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan tiap wilayah. “Distribusi sudah dihitung berdasarkan kebutuhan petani di masing-masing kecamatan,” ujarnya.

Total alokasi pupuk terdiri dari lima jenis. Pupuk NPK menjadi yang terbesar dengan 599 ton, disusul urea 399 ton. Sementara pupuk organik dialokasikan 53 ton, NPK formula khusus 2 ton, dan ZA 1 ton.

BACA JUGA: Penggunaan Plastik Sekali Pakai Mulai Dibatasi, Pedagang Pasar Induk Minta Alternatif Pengganti Kemasan

Distribusi pupuk tersebar di tiga kecamatan. Kecamatan Junrejo menjadi penerima terbesar, dengan alokasi 291 ton urea dan 304 ton NPK. Wilayah ini juga mendapat tambahan NPK formula khusus 2 ton dan pupuk organik 1 ton.

Kecamatan Batu memperoleh 75 ton urea dan 115 ton NPK. Sementara Kecamatan Bumiaji mendapat 33 ton urea, 180 ton NPK, serta tambahan 52 ton pupuk organik dan 1 ton ZA.

BACA JUGA: Plastik Sekali Pakai Mulai Dibatasi di Pasar Induk Among Tani Kota Batu, Pembeli Diminta Bawa Tas Sendiri

Penyaluran pupuk dilakukan melalui empat distributor. Masing-masing satu di Kecamatan Batu dan Junrejo, serta dua di Kecamatan Bumiaji.

Meski alokasi meningkat, distribusi dan efektivitas penggunaan tetap menjadi kunci. Tanpa pengawasan yang tepat, tambahan pupuk berpotensi tidak optimal dalam meningkatkan produksi. Pemerintah berharap peningkatan alokasi ini mampu menjaga produktivitas pertanian. (dia/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#pupuk bersubsidi #sektor pertanian #Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan #kota batu #petani