
BATU, RADAR BATU - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027 belum mampu menghapus ketimpangan pendidikan dasar di Kota Batu. Delapan SD negeri masih kekurangan murid. Bahkan, masing-masing belum berhasil menghimpun lebih dari 10 siswa baru.
Kondisi ini menjadi sinyal persoalan pendidikan bukan lagi sebatas akses, tetapi juga perubahan demografi dan distribusi satuan pendidikan. Data Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu menunjukkan delapan SD negeri tersebut belum memenuhi jumlah ideal peserta didik baru. Salah satunya SDN Gunungsari 4 yang hanya menerima delapan siswa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kota Batu Dina Susanti mengakui kondisi tersebut. Namun menurutnya, jumlah itu masih berpotensi berubah.
Biasanya, kata Dina, masih ada perpindahan siswa pada Agustus.
“Saat ini memang masih ada delapan sekolah yang kekurangan siswa. Biasanya Agustus masih ada tambahan melalui mutasi,” ujarnya. Dina menjelaskan, rendahnya jumlah pendaftar dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya sebaran sekolah yang saling berdekatan. Sementara, jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut relatif sedikit.
Akibatnya, sekolah harus bersaing memperebutkan calon peserta didik. Tidak hanya dengan sesama sekolah negeri, tetapi juga dengan sekolah swasta. “Di beberapa wilayah memang jumlah anak usia SD sangat sedikit,” katanya.
Fenomena tersebut paling terasa di SDN Gunungsari 4. Hendi, sang kepala sekolah mengaku hampir setiap tahun menghadapi persoalan serupa. Tahun ini sekolahnya hanya menerima delapan murid baru.



