Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Polisi Periksa Saksi dan CCTV Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Fajar Andre Setiawan • Sabtu, 14 Maret 2026 | 19:16 WIB

 

Tangkapan layar CCTV detik-detik Andrie Yunus disiram air keras di Salemba, Jakarta Pusat. (JawaPos.com)
Tangkapan layar CCTV detik-detik Andrie Yunus disiram air keras di Salemba, Jakarta Pusat. (JawaPos.com)

 

Radar Batu – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus tengah menjadi perbincangan hangat. Polri tengah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) serta saksi mata kejadian tersebut. 

Dilansir dari JawaPos.com kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3). Kejadian tersebut terjadi di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta.

Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie selesai melakukan rekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas topik militerisme dan uji materi Undang-Undang TNI.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johny Eddizor Isir menerangkan bahwa, "pengumpulan berbagai alat bukti digital, dalam hal ini termasuk CCTV, yang kemudian sedang dalam proses untuk analisa lebih lanjut. Harapannya dapat teridentifikasi segera, ya.”

Rekaman CCTV tengah dikumpulkan dari berbagai tempat sekitar yang nantinya akan dianalisis. Selain itu, pihak kepolisian juga sudah mewawancarai dua orang sebagai saksi. 

"Sejauh ini, para saksi masih dalam proses pendalaman dalam bentuk wawancara interview. Terdata ada dua. Mungkin nanti akan dia berkembang, karena ini masih awal," tambah Johnny.

Berdasarkan arahan dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Polri berupaya serta berkomitmen penuh untuk mengungkap pelaku dari kasus ini. Mereka juga percaya bahwa kasus ini akan terungkap. 

Johnny pun menegaskan Polri mengusut kasus itu secara transparan dan tanpa pandang bulu.

 

 

"Akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya, siapa pun dia. Tentunya nanti kita akan tetap ada dalam prosedur atau koridor,” ucap dia.

Serangan tersebut mengakibatkan luka bakar sekitar 24 persen pada tubuh korban. Setelah mengalami penyerangan, korban langsung dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan medis.

 

Author: Salma Ayu Aisyah

Sumber: JawaPos.com

Editor : Fajar Andre Setiawan
#kapolri #KontraS diserang