Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Wamenag Tegaskan Tidak Ada Sweeping Rumah Makan ketika Ramadhan: Tidak Semua Orang Puasa

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 19 Februari 2026 | 07:54 WIB

Ilustrasi toleransi (freepik)
Ilustrasi toleransi (freepik)

 

Radar Batu – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menghimbau tidak ada sweeping atau penertiban rumah makan selama bulan Ramadhan. Hal tersebut dipilih lantaran sebagai bentuk saling menghargai terhadap masyarakat yang sedang tidak menjalankan puasa. 

"Enggak ada, enggak ada sweeping. Itulah bentuk penghormatan kita bahwa selain kita yang berpuasa, masih ada saudara kita yang tidak berpuasa,” kata Romo usai Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Meski demikian, Romo juga menekankan bahwa sikap saling menghormati merupakan kunci utama dalam menjaga ketertiban selama Ramadhan. Dia juga menilai tidak adil apabila sweeping harus dilakukan dan memaksa orang merasakan puasa. 

Syafii menyampaikan adanya himbauan dari pihak lain, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komisi VIII DPR RI agar seluruh masyarakat ikut serta menjaga keseimbangan perbedaan. 

“Ya, tadi kan imbauan cukup jelas ya baik dari Ketua MUI, baik juga dari Ketua Komisi VIII, agar pertama umat Islam menunaikan ibadah puasa dengan khusyuk, kemudian mereka yang tidak berpuasa diharapkan untuk menghormati orang yang berpuasa. Tapi juga sebaliknya, sedapat mungkin dibuat suasana yang itu menunjukkan penghormatan dari mereka yang tidak puasa kepada orang yang berpuasa,” jelasnya.

Syafii mengingatkan bahwa Indonesia juga dibangun atas dasar kebersamaan dan keberagaman keyakinan sehingga nilai toleransi jauh lebih tepat dibandingkan dengan pemaksaan. 

Sebagai umat islam yang sedang berpuasa harus memahami bahwa, tidak semua masyarakat mempunyai kewajiban yang sama. Mereka juga berhak menggunakan fasilitas dimuka umum seperti rumah makan yang sekiranya tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan. 

“Dalam arti yang enggak puasa pun karena keyakinan yang berbeda, harus tidak bisa makan, tidak bisa minum, dan sebagainya. Tapi harus dipertimbangkan para koridor membangun kebersamaan, membangun kekompakan, saling menghormati sehingga persatuan kita tidak terganggu karena perbedaan-perbedaan,” pungkasnya.

 

Author: Salma Ayu Aisyah

Editor : Fajar Andre Setiawan
#sweeping #ramadhan