Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Vaksinasi PMK di Kota Batu Hampir Tuntas, Realisasi APBD Capai 97 Persen

A. Nugroho • Sabtu, 13 Desember 2025 | 17:43 WIB
DISASAR VAKSIN PMK: Hewan ternak di Kota Batu mendapatkan bantuan vaksin PMK dari pemerintah beberapa waktu lalu.
DISASAR VAKSIN PMK: Hewan ternak di Kota Batu mendapatkan bantuan vaksin PMK dari pemerintah beberapa waktu lalu.

BATU - Program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kota Batu menunjukkan capaian signifikan. Hingga akhir November lalu, realisasi vaksin PMK yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah mencapai 97 persen. Dari total 11.075 vaksin yang dialokasikan, sebanyak 10.697 dosis sudah disuntikkan ke hewan ternak.

 

Sementara itu, distribusi vaksin yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) justru melampaui kuota. Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu Sri Nurcahyani Rahayu menyebut realisasi vaksin APBN telah mencapai 143 persen.

 

Dari target awal 24.025 dosis, jumlah vaksin yang tersalurkan menembus 34.340 dosis. Dia optimistis target 100 persen terhadap realisasi vaksin PMK dari APBD dapat tercapai sebelum pergantian tahun. “Penyaluran vaksin disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Urgensinya masih tinggi karena populasi hewan ternak mencapai 27.388 ekor,” ujarnya.

 

Perempuan yang akrab disapa Ani itu menyebut capaian vaksinasi yang poistif tidak lepas dari pola layanan keliling Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Batu. Tim dokter hewan berkunjung dari kandang ke kandang berdasarkan permintaan peternak maupun laporan penyuluh. Model layanan ini dinilai paling efektif menjangkau tiga kecamatan sekaligus.

 

Selain itu, pola tersebut juga dinilai bisa menekan potensi penumpukan permintaan. Saat ini, Puskeswan diperkuat lima dokter hewan yang dibantu tenaga dokter muda dari Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Dukungan tersebut mempercepat penanganan sekaligus memperluas jangkauan vaksinasi.

 

Di sisi lain, tingkat kesadaran peternak terhadap kesehatan ternak juga dinilai meningkat. Meski capaian vaksinasi terus membaik, Ani belum berencana menggelar vaksinasi serentak. Menurutnya, skema layanan langsung ke peternak lebih efisien dalam mengatur pola kerja tim lapangan. “Setiap hari kami melaksanakan vaksin dengan tim keliling,” pungkasnya. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#pmk #vaksinasi #kota batu