BATU - Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-24 Kota Batu berlangsung khidmat di halaman Balai Kota Among Tani Batu kemarin pagi (17/10). Para pejabat pemerintah kompak mengenakan pakaian adat. Momen itu juga menjadi ajang memamerkan capaian kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Batu selama satu tahun terakhir.
Ada delapan capaian kinerja yang dipaparkan Wali Kota Batu Nurochman saat upacara. Yakni mengenai pertumbuhan investasi, pelayanan kesehatan, pendidikan, penguatan lembaga keagamaan, infrastruktur dan aset, layanan dasar masyarakat, pertanian, dan penurunan angka kemiskinan.
Cak Nur menyebut iklim tata kelola dan pelayanan publik tumbuh positif. Di bidang investasi realisasinya sudah menyentuh Rp 1,82 triliun. Capaian itu sudah melampaui target tahun ini sebesar Rp 1,12 triliun. Di bidang kesehatan dan perlindungan sosial, 192 posyandu di 24 desa dan kelurahan terus berkembang.
“Untuk penguatan peran posyandu sudah kami gelontor dana sebesar Rp 2 miliar. Sementara, untuk menambah alat dan tenaga kesehatan (nakes) kami anggarkan sebesar Rp 1,6 miliar,” jelasnya. Cak Nur juga memenuhi komitmennya untuk merealisasikan program seribu sarjana. Terbukti, sudah ada 213 awardee yang dinyatakan lolos verifikasi.
“Mereka mendapatkan beasiswa gratis Uang Kuliah Tunggal (UKT) plus uang saku sebesar Rp 250 ribu per bulan bagi penerima dari keluarga prasejahtera,” paparnya. Penguatan lembaga keagamaan juga menjadi perhatian Cak Nur. Tahun ini, sudah ada 1.911 guru agama yang insentifnya naik sebesar Rp 350 ribu.
Kalkulasi dana yang sudah digelontorkan untuk itu mencapai Rp 9,1 miliar. Dengan rincian Rp 5,3 miliar untuk 101 lembaga keagamaan dan Rp 2,9 miliar umtuk 14 ormas keagamaan. “Beberapa waktu lalu kami juga baru saja menerima Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) sebesar Rp 522,2 miliar dari 12 pengembang,” imbuh pria asli Desa Sumberejo itu.
Bahkan, aset Pasar Induk Among Tani senilai Rp 170,72 miliar juga sudah diserahkan ke Pemkot Batu tahun ini. Lebih lanjut, sektor pertanian juga menunjukkan transformasi yang fantastis melalui Cooperative Smart Agriculture Ecosystem (COOSAE). Pemkot berhasil menghubungkan petani dengan para pengusaha di tingkat lokal, nasional, dan internasional.
Kebutuhan dasar masyarakat juga tak luput dari perhatian. Salah satunya melalui program subsidi air bersih senilai Rp 5,75 miliar melalui pembangunan reservoir dan jaringan pipa bagi keluarga prasejahtera. Mantan Wakil Ketua DPRD itu menyebut angka kemiskinan pun menurun drastis sebagai konsekuensi keberhasilan sejumlah program itu.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan turun menjadi 2,82 persen. Angkanya sekaligus menjadi yang paling rendah di Malang Raya. Cak Nur menilai capaian tersebut tak lepas dari kontribusi seluruh pihak. “Peringatan HUT Ke-24 Kota Batu ini menjadi ajang refleksi dan evaluasi untuk menata kebijakan ke depan,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho