Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

22 Pengemudi Transum di Kota Batu Masuk Kategori Perokok Berat

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 4 September 2025 | 16:25 WIB
DIPERIKSA: Peserta Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Terminal Batu diperiksa menggunakan smoke analizer kemarin (3/9).
DIPERIKSA: Peserta Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Terminal Batu diperiksa menggunakan smoke analizer kemarin (3/9).

BATU – Sebanyak 40 persen pengemudi transportasi umum (transum) di Kota Batu dinyatakan sebagai perokok berat. Itu setelah 80 pengemudi transum, pedagang, dan petugas kebersihan menjalani pemeriksaan smoke analyzer dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Terminal Kota Batu kemarin (3/9).

Total ada 56 orang pengemudi ojek dan angkot dan 24 pedagang serta petugas kebersihan di sekitar terminal yang mengikuti cek kesehatan gratis tersebut. Sebanyak 22 orang di antaranya masuk dalam kategori zona merah. Yakni memiliki kadar karbon monoksida (CO) tinggi atau antara 11–30 ppm di dalam darah akibat kebiasaan merokok.

“Mereka yang masuk zona merah ini biasanya merokok minimal satu bungkus per hari,” jelas Achmad Ristio, tim CKG dari Puskesmas Sisir. Lebih lanjut, 30 persen lainnya masuk kategori perokok ringan atau zona kuning. Mereka memiliki kadar CO antara 07–10 ppm di dalam darah.

Sisanya 30 persen masuk zona hijau, yang berarti kadar CO-nya masih dalam batas normal yakni antara 01–06 ppm. Setelah selesai pemeriksaan, mereka berkomitmen mulai mengurangi konsumsi rokok harian. “Yang paling tinggi tadi di angka 27 ppm, itu sudah sangat mengkhawatirkan,” lanjut Ristio.

Dari 56 orang yang diperiksa menggunakan smoke analyzer, hanya satu orang perempuan yang masuk zona hijau. Sementara itu, Kepala Puskesmas Sisir dr Sachariano mengatakan, pemeriksaan ini merupakan bagian dari rangkaian pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum. Khususnya pekerja sektor informal seperti pengemudi dan pedagang.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi tentang bahaya merokok dan pentingnya memeriksakan kesehatan secara rutin,” ujarnya. Selain Smoke Analyzer, kegiatan ini juga mencakup cek tensi darah, kolesterol, asam urat, dan gula darah. Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan digelar pada hari ini (4/9) di Batu Town Square dan Alun-Alun Kota Batu.

Target utamanya masih menyasar pengemudi ojek dan angkutan umum. “Harapan kami, hasil pemeriksaan ini menjadi alarm bagi para perokok aktif agar mulai mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok,” pungkas dr Sachariano. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#transportasi umum #kota batu #pengemudi #CKG