JUNREJO - Fenomena bediding membuat perkembangan anggrek di Kota Batu meningkat drastis pada triwulan kedua tahun ini. Maklum, tanaman tersebut lebih produktif di cuaca dingin antara 15-25 derajat celcius
Produksinya meningkat 22,5 persen jika dibandingkan dengan triwulan pertama lalu. Pada triwulan pertama, produksinya hanya 184.250 pohon. Sedangkan pada triwulan kedua mencapai 225.750 pohon. Peningkatannya mencapai 41.500 pohon.
Wilayah sebagai penyumbang tertinggi masih sama yakni Kecamatan Junrejo. Sebab, di Desa Dadaprejo terdapat kawasan yang dikenal sebagai kampung anggrek. “Di sana (Kecamatan Junrejo) produksi triwulan kedua ini mencapai 94.050, nyaris menyentuh 100.000 pohon,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu Heru Yulianto.
Jumlahnya meningkat dari triwulan pertama yang hanya menghasilkan 184.250 pohon saja. Sementara, di Kecamatan Batu, menghasilkan 54.450 pohon sedangkan di Kecamatan Bumiaji menghasilkan 74.250 pohon pada triwulan kedua. Di semua wilayah memang mengalami kenaikan produksi jika dibandingkan dengan triwulan pertama.
Pada triwulan pertama, Kecamatan Batu menghasilkan 41.800 pohon. Sedangkan Kecamatan Bumiaji menghasilkan 60.500 pohon. Jika dibandingkan dengan jumlah produksi tahun lalu, angkanya juga naik signifikan. Pada semester pertama tahun lalu, total produksi anggrek mencapai 402.270 pohon. Sedangkan, semester pertama tahun ini totalnya sebanyak 410.000 pohon.
Terpisah, pemilik kebun anggrek DD Orchid Nursery, Dedek Setia Santoso mengaku bediding membawa efek positif bagi perkembangan anggrek. Dia memastikan bila cuaca buruk sekalipun tak akan membawa dampak signifikan. Sebab, budidayanya telah dilakukan di greenhouse.
Apalagi pemilik lahan anggrek seluas 6.000 meter persegi itu mengaku sudah memiliki laboratorium khusus untuk pengembangan jenis anggrek baru. Sejauh ini penjualan di pasaran juga tak mengalami penurunan. “Sebab, kami sudah mempunyai jaringan dan mitra kerja sama dengan pihak ketiga untuk distribusi anggrek ini,” pungkasnya.(dia/dre)
Editor : A. Nugroho