Sedikitnya 20 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam sebuah sekolah di Gaza pada Senin (26/05/25).
Sekolah yang berlokasi di wilayah Al-Daraj, Kota Gaza, tersebut telah difungsikan sebagai tempat penampungan bagi para warga sipil yang mengungsi dari konflik.
Tim penyelamat mengonfirmasi bahwa mayoritas korban jiwa adalah anak-anak, dan lebih dari 60 orang lainnya mengalami luka-luka.
Serangan ini terjadi di tengah intensifikasi operasi militer Israel yang mengklaim menargetkan kelompok militan Hamas.
Baca Juga: Gaza Semakin Krisis, 22 Negara Tuntut Israel Hentikan Blokade dan Izinkan Bantuan Masuk
Militer Israel menyatakan bahwa mereka menyerang pusat komando dan kendali milik Hamas dan Jihad Islam yang beroperasi di gedung sekolah yang sebelumnya dikenal sebagai Sekolah Fahmi Al-Jarjawi.
Serangan mematikan tersebut terjadi hanya satu hari setelah Israel menggempur wilayah lain di Gaza, menewaskan 22 orang dan melukai puluhan lainnya.
Dalam upayanya yang terus meluas, Israel kini mengerahkan puluhan ribu pasukan cadangan dalam rangka mengalahkan kelompok Hamas.
Baca Juga: Ratusan Tokoh Film Internasional Desak Negara Besar Suarakan Krisis Kemanusiaan di Gaza
Sementara itu, di Madrid, Spanyol, para pemimpin dari negara-negara Arab dan Eropa mengadakan pertemuan untuk mencari solusi damai atas konflik yang terus berlangsung.
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyerukan embargo senjata terhadap Israel serta mendesak agar bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Gaza secara besar-besaran, tanpa syarat dan tanpa kendali dari Israel.
Ia menyebut situasi di Palestina sebagai "luka terbuka" bagi kemanusiaan.
Serangan terhadap fasilitas pengungsian sipil ini kembali menyoroti besarnya dampak konflik terhadap warga sipil, khususnya anak-anak dan keluarga yang tidak memiliki tempat aman untuk berlindung.
Editor : Aditya Novrian