RADAR MALANG - Sejumlah merek sepatu besar di Amerika Serikat, termasuk Nike, Adidas, Skechers, dan Under Armour, mengirimkan surat kepada Presiden Donald Trump untuk meminta penangguhan tarif timbal balik yang baru diberlakukan.
Asosiasi Industri Alas Kaki AS menyatakan bahwa tarif tersebut mengancam kelangsungan bisnis sepatu di negara itu dan dapat memaksa banyak perusahaan tutup karena tidak mampu menyerap atau membebankan biaya tambahan tersebut kepada konsumen.
Baca Juga: Simak Jawaban Majelis Ulama Indonesia Mengenai Vaksetomi Sebagai Syarat Wajib Bansos
Surat yang ditandatangani oleh 76 merek ternama ini menyoroti bahwa banyak pesanan telah tertunda dan stok sepatu di pasar AS berpotensi menipis.
Tarif baru yang diumumkan Trump pada 2 April 2025 mengenakan pajak tambahan terhadap impor dari negara-negara utama pemasok sepatu seperti China, Vietnam, dan Kamboja.
Baca Juga: BPBD Batu Susun Panduan Penanganan Karhutla
Tarif atas produk dari China bahkan naik hingga 145%, sementara Vietnam dan Kamboja sempat dikenai tarif lebih dari 45% yang kemudian diturunkan menjadi 10% untuk jangka waktu 90 hari.
Rencana kenaikan tarif terhadap puluhan negara mitra dagang lainnya juga akan mulai berlaku pada Juli 2025.
Baca Juga: Aksi May Day di Mata Mahasiswa: Dari Solidaritas hingga Tuntutan Perubahan
Adidas mengingatkan bahwa kebijakan tarif ini akan menyebabkan harga sepatu dan produk alas kaki lainnya semakin mahal bagi konsumen Amerika.
Sebelum pengumuman tarif, CFO Nike sudah memperkirakan kebijakan ini akan menambah ketidakpastian ekonomi dan menurunkan penjualan kuartal berjalan.
Asosiasi Industri Alas Kaki menegaskan bahwa sebelum kebijakan ini, sektor sepatu sudah dikenai bea masuk yang cukup besar, dan dengan tarif baru, bea masuk bisa melonjak antara 150% hingga 220%.
Baca Juga: Duolingo Akan Gantikan Pekerja Kontrak dengan AI, Keputusan Ini Picu Pro dan Kontra
Mereka menyebut situasi ini sebagai keadaan darurat yang membutuhkan tindakan cepat karena industri tidak punya waktu untuk menyesuaikan model bisnis dan rantai pasokannya dalam menghadapi tarif yang belum pernah terjadi sebelumnya ini.
Kelompok asosiasi juga memperingatkan bahwa tarif tidak akan mendorong kembalinya produksi sepatu ke AS seperti janji Trump, karena tarif justru menghilangkan kepastian yang dibutuhkan perusahaan untuk berinvestasi dalam perubahan sumber produksi.
Hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan tersebut.(NR)
Editor : Aditya Novrian