Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Duolingo Akan Gantikan Pekerja Kontrak dengan AI, Keputusan Ini Picu Pro dan Kontra

Aditya Novrian • Jumat, 2 Mei 2025 | 20:35 WIB

CEO Duolingo membuat kebijakan baru yaitu mengganti pekerja kontrak dengan AI (Nextworm)
CEO Duolingo membuat kebijakan baru yaitu mengganti pekerja kontrak dengan AI (Nextworm)

BATU – Platform pembelajaran bahasa populer, Duolingo, resmi mengumumkan langkah besar dalam strategi digitalnya dengan menggantikan sejumlah pekerja kontrak menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan menuju pendekatan “AI-first” yang bertujuan mengoptimalkan efisiensi operasional serta mempercepat pengembangan produk.

CEO Duolingo, Luis von Ahn, menyampaikan bahwa penggunaan AI akan difokuskan pada tugas-tugas berulang seperti pembuatan konten kursus, penyusunan soal, hingga proses evaluasi internal.

Baca Juga: Peran Teknologi untuk Menjaga Silaturahmi di Hari Raya Lebaran

Von Ahn menegaskan bahwa tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk mengurangi beban kerja manual dan memungkinkan staf tetap fokus pada inovasi serta pengembangan kualitas layanan.

Salah satu dampak nyata dari penerapan AI ini adalah Duolingo berhasil meluncurkan 148 kursus bahasa baru dalam waktu kurang dari setahun, sebuah pencapaian yang sebelumnya memerlukan waktu bertahun-tahun dengan metode tradisional.

Bahasa-bahasa seperti Jepang, Korea, dan Portugis kini tersedia lebih luas dan cepat berkat kontribusi teknologi generatif.

Baca Juga: Pikiran Penat Usai Kerja? Ini Deretan Aktivitas yang Bisa Bikin Rileks dan Bahagia Lagi

Meski begitu, kebijakan ini menuai beragam reaksi.

Beberapa mantan pekerja kontrak menyayangkan kurangnya komunikasi terkait pemutusan kerja, sementara pengamat industri menyoroti potensi hilangnya peran manusia dalam proses kreatif.

Duolingo menanggapi bahwa AI hanya menjadi alat bantu, bukan pengganti sepenuhnya, dan proses validasi akhir tetap dilakukan oleh tim manusia.

Meskipun menghadapi tantangan, Duolingo mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan.

Baca Juga: Dari Modus Behel Kamera hingga Kuku Penyadap: Apa Sebenarnya Akar Masalah Kecurangan UTBK 2025?

Perusahaan meningkatkan proyeksi pendapatan tahun 2025 menjadi antara $987 juta hingga $996 juta, didorong oleh permintaan yang meningkat untuk langganan berbasis AI dan peluncuran kursus baru .

Langkah Duolingo mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi, di mana perusahaan-perusahaan mulai mengadopsi AI untuk mengotomatisasi tugas-tugas tertentu.

Namun, hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang dampak AI terhadap lapangan kerja dan kualitas konten yang dihasilkan.

Baca Juga: Sulit Fokus karena Reels dan TikTok? Ini Langkah-Langkah Mengatasi Short Attention Span

Dengan lebih dari 40 juta pengguna harian dan 9,5 juta pelanggan berbayar, Duolingo terus berupaya memperluas jangkauan dan kualitas layanannya.

Integrasi AI diharapkan dapat membantu perusahaan mencapai tujuan tersebut, meskipun tantangan dalam menjaga kualitas dan kepercayaan pengguna tetap menjadi perhatian utama.

Keputusan Duolingo untuk menggantikan pekerja kontrak dengan AI menjadi cerminan dari dinamika yang terjadi di era digital saat ini, di mana efisiensi dan inovasi sering kali berbenturan dengan aspek sosial dan etika. (Tiwi)

Editor : Aditya Novrian
#duolingo #Artifical Intelligence #pekerja kontrak #ai