Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Kenapa Paskah Identik dengan Telur dan Kelinci? Ternyata Ini Alasannya!

A. Nugroho • Sabtu, 19 April 2025 | 23:55 WIB

Telur dan kelinci paskah (Freepik.com).
Telur dan kelinci paskah (Freepik.com).

RADAR BATU – Setiap perayaan Paskah tiba, kita seringkali menjumpai telur-telur berwarna cerah dan dekorasi kelinci di pusat perbelanjaan, taman, bahkan di rumah-rumah umat Kristiani. Namun, tahukah Anda, di balik wujudnya yang manis dan lucu, simbol telur dan kelinci ternyata menyimpan makna mendalam tentang kebangkitan dan harapan hidup baru?

Bagi umat Kristiani, Paskah adalah momen suci yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Peristiwa ini menjadi pusat iman yang menegaskan bahwa hidup tidak berhenti di kematian, melainkan berlanjut dalam janji keselamatan. Telur dan kelinci, dua simbol ikonik yang akrab di mata kita saat Paskah, ternyata dipilih bukan tanpa alasan.

Baca Juga: 1.800 Umat Kristiani Jalani Ibadah Misa di Gereja Paroki Gembala Baik Batu

Telur Paskah, misalnya, menjadi lambang kebangkitan Kristus. Saat Yesus bangkit, makam-Nya yang kosong diibaratkan seperti telur yang pecah dan menghasilkan kehidupan baru. "Telur ini menjadi lambang dari penggulingan batu di luar kuburan Yesus, dan kosongnya makam karena Yesus telah bangkit," tulis laman tuhanyesus.org dalam menjelaskan filosofi simbol ini.

Lebih dari sekadar kenangan atas kebangkitan, telur Paskah juga menggambarkan kehidupan baru. Dalam iman Kristiani, penyaliban Yesus memberikan kasih karunia dan pengampunan, membawa umat memasuki babak hidup yang baru, lepas dari kuasa dosa. Hal ini selaras dengan Roma 6:14 yang menyebutkan, “Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.”

Baca Juga: Umat Katolik Resapi Kisah Yesus dalam Perayaan Jumat Agung

Simbol lainnya yang tak kalah menarik adalah kelinci. Hewan kecil ini, dalam tradisi Eropa, dikenal sebagai makhluk yang pertama kali menyaksikan kebangkitan Yesus di dalam makam. Selain itu, kelinci juga melambangkan kesuburan dan awal kehidupan baru, karena kemampuannya melahirkan banyak keturunan dalam waktu singkat.

Tak berhenti di sana, ternyata tradisi menghias telur Paskah punya jejak sejarah panjang. Mulai dari praktik di Persia kuno hingga Eropa abad pertengahan, telur yang dihias warna-warni menjadi simbol sukacita menyambut musim semi, di mana alam bangkit kembali dari musim dingin, sejalan dengan makna Paskah: kebangkitan dari kematian menuju hidup.

Bahkan di Rusia, tradisi telur Paskah menjadi simbol kemewahan, seperti telur Fabergé, hadiah istimewa yang diberikan oleh Tsar kepada keluarganya, terbuat dari emas, permata, hingga berlian, dan nilainya bisa mencapai ratusan miliar rupiah.

Baca Juga: Bangun Gereja Katolik Terbesar di Kabupaten Malang

Sementara itu, kelinci Paskah juga berakar dari tradisi Jerman yang kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pada awalnya, kelinci dianggap sebagai utusan yang membawa telur-telur berwarna cerah kepada anak-anak yang berperilaku baik saat Paskah, hingga akhirnya tradisi ini bergeser ke telur-telur cokelat manis yang kita kenal saat ini.

Simbol-simbol ini mungkin tampak sederhana, namun mereka menyimpan pesan universal tentang hidup, harapan, dan kemenangan. Seperti yang dikatakan teolog Isidoro Mazzarolo, "Simbol Paskah yang paling agung adalah terang Kristus. Terang hari Minggu Paskah kontras dengan kegelapan hari Jumat Agung. Apa yang tadinya menyakitkan dan menyedihkan diubah menjadi kekuatan dan sukacita."

Jadi, di balik keseruan berburu telur Paskah dan dekorasi kelinci lucu, tersimpan pesan tentang iman, kebangkitan, dan hidup baru yang layak direnungkan di hari Paskah. Bukan hanya tradisi, Paskah adalah pengingat abadi bahwa setelah gelap, selalu ada terang yang menanti. (my)

Editor : A. Nugroho
#PASKAH 2025 #telur paskah #Kebangkitan Kristus #kelinci #tradisi paskah #makna paskah