BATU - Sebanyak 61 calon jemaah haji (CJH) sudah melakukan pelunasan biaya ibadah perjalanan haji (Bipih) tahap pertama yang dibuka sejak 14 Februari lalu.
Sementara, 76 CJH belum melakukan pelunasan.
Kendati begitu mereka masih punya kesempatan melakukan pelunasan bipih hingga tahap kedua pada 24 Maret sampai 17 April mendatang.
“Kalau untuk tahap pertama kesempatan pelunasan bipih bisa dilakukan sampai 14 Maret mendatang,” ujar Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu Basuki Rachmat.
Dia berharap pelunasan bipih akan selesai Maret nanti.
Sehingga, proses administrasi bisa segera rampung. Meski begitu, CJH kerap melakukan pelunasan bipih last minute.
Beberapa juga masih menunggu status istitaah atau mampu untuk melaksanakan ibadah haji.
“Untuk CJH reguler yang mengalami gagal sistem dan CJH cadangan bisa melunasi pada tahap dua bersamaan dengan pendampingan dan penggabungan mahrom,” ujarnya.
Basuki menyebut masih ada potensi penambahan kuota CJH.
Nanti akan diambil dari urutan nomor pendaftaran.
Begitupun jika ada jemaah yang tak berangkat atau tak melakukan pelunasan.
Penggantinya ialah mereka yang nomor urutannya ada di bawahnya.
Namun, itu bergantung kebijakan pemerintah pusat.
Sebagai informasi biaya pelunasan bipih yakni sebesar Rp 35,9 juta.
Nominal tersebut merupakan sisa tagihan dari pembayaran saat pendaftaran di awal.
Pasalnya, total biaya haji dari embarkasi Surabaya sebesar Rp 94,9 juta.
Terdiri atas setoran awal Rp 25 juta, pelunasan Rp 35,9 juta, dan nilai manfaat sebesar Rp 33,9 juta.
Setelah itu, CJH tinggal mempersiapkan diri untuk melakukan pembekalan dan manasik haji.
“Pembinaan manasik haji dilakukan sebanyak delapan kali. Sebanyak enam kali dari kecamatan dan dua kali dari kemenag,” ungkapnya.
Tahun ini CJH tak perlu jauhjauh melakukan manasik haji di Kepanjen, Kabupaten Malang.
Sebab, Kemenag Kota Batu akan menggelar manasik haji di parkiran Stadion Gelora Brantas, Kota Batu. Panitia akan membuat replika kakbah. (iza/dre)
Editor : Aditya Novrian