Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Kota Batu Segera Tambah Hotel Bintang Lima

Fajar Andre Setiawan • Senin, 27 Januari 2025 | 19:30 WIB

Tampak depan Alun-Alun Kota Wisata Batu. (Google Maps: Lulu Sashika)
Tampak depan Alun-Alun Kota Wisata Batu. (Google Maps: Lulu Sashika)

Rata-Rata Okupansi Tahun Ini 50 Persen

BATU - Jumlah hotel bintang lima di Kota Batu masih tergolong minim.

Hanya ada dua hotel saja dari 1.046 hotel yang ada.

Yakni The Singhasari Hotel and Resort dan Golden Tulip Hotel and Resort.

 Baca Juga: Dongkrak Penjualan Apel lewat Hotel di Kota Batu

Padahal Kota Batu sudah menjadi jujugan wisatawan mancanegara dan tamu VIP.

Kondisi itu membuat pemerintah kehilangan potensi pendapatan daerah dari sektor pajak hotel.

Pasalnya, wisatawan yang tak kebagian kamar hotel bintang lima sering memilih menginap di Kota Malang.

 Baca Juga: Pemkot Segera Tambah Satu Hotel Bintang Lima di Kota Batu

Padahal sebenarnya mereka ingin berwisata di Kota Batu.

“Seharusnya potensi itu kan bisa dinikmati secara utuh di Kota Batu. Mulai dari hotel, restoran, hingga wisatanya,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi.

Dia menilai penambahan hotel bintang lima harus segera dilakukan.

 Baca Juga: Jawa Timur Park Group, Special Chinese New Year 2025

Tentu itu butuh peran aktif pemerintah untuk bisa mendatangkan dan menggandeng investor.

Namun, Sujud membocorkan bila pembahasan terkait itu sudah mulai dilakukan.

Bahkan, sudah ada investor yang dilirik pemerintah dan kini sedang dilakukan pendekatan.

Penambahan hotel bintang lima juga bisa menaikkan rata-rata okupansi hotel tahun ini.

Pasalnya, pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Selecta itu memprediksi rata-rata okupansi hotel 2025 ini tidak akan lebih tinggi dari tahun lalu.

Pertimbangannya mulai dari kenaikan Upah Minimum Karyawan (UMK) hingga kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

 Baca Juga: 705 Kendaraan Tak Lolos Uji Kir di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Milik DISHUB Kota Batu

“Apalagi iklim ekonomi secara makro juga belum membaik,” ungkapnya.

Meski begitu, dia menyebut rata-rata okupansi hotel bintang lima akan sedikit lebih tinggi jika dibandingkan hotel lainnya.

Baik hotel bintang empat, hotel bintang tiga, maupun hotel melati.

 Baca Juga: Okupansi Hotel Diprediksi Naik Bulan Ini

“Rata-rata okupansi diprediksi sebesar 50 persen untuk hotel bintang lima,” ujarnya.

Sementara, hotelan nonbintang lima hanya kisaran 30-40 persen saja.

Sebagai informasi, standar hotel bintang 5 yakni setidaknya harus memiliki 100 kamar standar dengan luas minimal 26 meter persegi.

 Baca Juga: Pendapatan Realisasi Pajak Hotel di Kota Batu Sudah Rp 34 Miliar

Selain itu, juga dilengkapi lima kamar suites dengan luas minimal 52 meter persegi.

Tidak hanya itu, hotel bintang lima juga harus memiliki restoran, bar, kolam renang, tempat rekreasi, dan staf yang multi-profesional.

Senada dengan itu, Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai juga berpendapat yang sama.

Ia menilai jumlah hotel bintang lima perlu ditambah.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur itu juga membenarkan jika pemerintah sedang melakukan komunikasi dengan investor terkait rencana pembangunannya.

Sayangnya, dia enggan membocorkan di mana lokasi pembangunan hotel dan kapan proyek pembangunan itu akan dimulai.

Yang jelas Aries memastikan lokasinya tidak akan melanggar aturan dan disesuaikan dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

“Yang jelas realisasinya kemungkinan tahun ini,” tandasnya. (ori/dre)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#hotel di batu #hotel bintang lima #kota batu