Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Kisah Lala Novita Pencipta Beragam Konsep Tari dan Drama di Jatim Park 2

Kholid Amrullah • Minggu, 1 September 2024 | 14:00 WIB
KREATIF:  Lala Novita ketika tampil dalam peringatan HU-79 RI di Jatim Park 2 (17/8) lalu.
KREATIF: Lala Novita ketika tampil dalam peringatan HU-79 RI di Jatim Park 2 (17/8) lalu.

Tarian-tarian dan drama yang ditampilkan oleh Jatim Park 2 selalu sukses dan memukau. Di balik semua itu ada tangan dingin Lala Novita yang memasukkan ide-ide unik dalam konsep yang dibawanya.

 

SYIFA DZAHABIYYAH

 

Perayaan 17 Agustus di Jatim Park 2 sangat meriah. Setelah penampilan drumband dari Yonif Linud 502 Jabung Malang beragam penari silih berganti memasuki area. Tarian awal yang ditampilkan adalah tari Tor Tor masyarakat Sumatera. Kemudian juga ada tari daerah Kalimantan, Papua, Bali, dan lainnya. Bahkan, juga terdapat penampilan 3 Reog Ponorogo yang terlihat lihai.

Uniknya para penari merupakan karyawan-karyawan Jatim Park 2. Mereka bukan penari asli. Dari 109 orang, hanya 10 persen yang memiliki basic seni. Di sanalah peran Lala Novita untuk membuat konsep dan menyatukan karyawan untuk membuat pertunjukan yang megah.

Sebagai Kepala Departemen Edukasi Jatim Park 2, membuat konsep pertunjukan teater maupun tari sudah menjadi makanan sehari-hari. Hal tersebut telah ditekuninya sejak 2018. Semua show yang di Jatim Park 2 merupakan buah karya Lala dan tim. "Saya pernah ada di industri broadcasting. Sehingga membuat konsep pertunjukan bukan hal yang baru," jelasnya.

Ide didapatkan Lala dari beragam hal. Baik ketika ada di toilet maupun ketika kunjungannya ke Singapore Zoo. "Show Jatim Park 2 yang bertajuk Wanantara, idenya berasal saat saya mendengar lagu opening pertunjukan di Singapore Zoo. Dari sana saya langsung memikirkan konsep baru dan mengimplementasikan ke show di Museum Satwa Jatim Park 2," ucap wanita asal Turen itu.

Dalam membuat konsep show, Lala mempertimbangkan tujuan dari show. Kemudian pesan apa yang ingin disampaikan. Tak hanya itu, perlu juga memikirkan sarana hiburan dan edukasinya.

Karya terakhir yang ia ciptakan adalah tari Legenda Nusantara pada peringatan HUT Ke-79 RI 17 Agustus 2024 lalu. Konsep dari tarian tersebut dibuat sejak bulan Mei. Selain bertepatan dengan momen 17 Agustus, penambahan drama Nusantara mulai dari kerajaan Majapahit hingga proklamasi juga dalam rangka memberi edukasi bahwa Indonesia tidak hanya 79 tahun berdiri tapi lebih dari itu. “Dalam drama tari tersebut saya ingin menampilkan bahwa Nusantara juga punya legenda yang tidak boleh dilupakan," terangnya.

Pasca membuat narasi, Lala kemudian membuat musik latar tarian. Kemudian mengumpulkan talent untuk menjadi penari. Para penari berasal dari karyawan Jatim Park 2 seperti keeper hewan, tukang parkir, karyawan hotel, marketing, dan lainnya. Karena 90 persen penari tak memiliki basic seni, pengajaran dilakukan mulai dari dasar. "Kami berlatih selama 3 hingga 4 bulan untuk bisa menampilkan performa terbaik. Dalam perjalanan banyak karyawan yang sakit, tumbang, hingga kesurupan. Namun mereka tetap semangat menampilkan yang terbaik," kenang Lala.

Lala melanjutkan, alasannya memilih penari dari karyawan sendiri karena ingin menampilkan bakat tersembunyi dari para karyawan. Pada gelaran Legenda Nusantara semua properti dibuat secara mandiri juga. "Padahal saya sudah bilang untuk sewa saja. Namun tim properti bersikukuh untuk membuat sendiri dan hasilnya sangat bagus," ujarnya.

Dalam membuat karya dan konsep show, Lala berpacu pada pemikiran untuk selalu mencoba hal-hal baru. Menurutnya, dalam menjalani beragam hal tidak ada orang yang tidak bisa. Adanya hanya orang yang mau melakukan atau tidak mau melakukan. "Apa pun itu kalau mau mencoba dan belajar kita akan bisa. Jadi jangan takut mencoba," pungkasnya (*/lid)

Editor : Kholid Amrullah
#drama #kota batu #jatim park 2 #wisata batu #tari