BATU - Sungai-sungai di Kota Batu rawan terkena proses pendangkalan.
Pasalnya daerah-daerah di hulu sungai biasa membawa material ke area bawah dan menyebabkan daya tampung sungai berkurang.
Salah satu daerah rawan pendangkalan adalah Kali Paron.
Baca Juga: Komunitas Sabers Pungli Kota Batu Fokus Susur Sungai Untuk Bersihkan Sampah
Kepala Bidang SDA dan Jaringan Irigasi Dinas PUPR Kota Batu Wendy Prianta mengatakan, dari hasil pendataan diketahui ada 51 sungai di Kota Batu.
Ukurannya bervariasi mulai dari panjang 22,9 meter hingga 87.223 meter.
Sementara untuk kedalaman mulai dari 0,78 meter hingga 5 meter.
“Sungai-sungai tersebut menyebar ke seluruh wilayah Kota Batu,” katanya.
Menurut dia, proses pendangkalan sungai biasa terjadi karena alih fungsi lahan menjadi perkebunan.
Karena penanaman lahan beralih dari pohon ke tanaman yang lebih kecil, sedimensedimen tanah cenderung ikut terbawa ke sungai ketika hujan.
“Akar sayuran tak dapat menahan sedimen tanah maupun menampung air.
Berbeda dengan akar pohon,” ungkap dia.
Adanya sedimen tersebut menyebabkan daya tampung sungai berkurang.
Misalnya dari yang sebelumnya lebar 10 meter dengan kedalaman 2 meter.
Namun karena ada sedimen kedalamannya menjadi 1 meter.
Ketika hujan deras turun, sungai tak bisa menampung air dan akhirnya meluap.
“Hal itu terjadi di beberapa sungai Kota Batu, salah satunya Kali Paron.
Itu pula penyebab banjir tahunan di area Desa Bumiaji beberapa waktu lalu,” katanya.
Baca Juga: Komunitas Sabers Pungli Kota Batu Fokus Susur Sungai Untuk Bersihkan Sampah
Selain itu, kebakaran hutan juga menyebabkan penumpukan sedimen.
Material tanah akan lebih mudah terbawa saat hutan tak punya akar pohon sebagai penopang.
Potensinya juga sama yaitu menyebabkan banjir pada area di bawahnya.
“Kami selalu melakukan pengerukan pada sungai untuk mengambil sedimen-sedimen pendangkalan.
Biasanya sampai menggunakan alat berat,” pungkasnya. (sif/lid)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana