Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Makanan Fermentasi Khas Indonesia dan Potensi Manfaatnya bagi Kesehatan 

Nasya Rizkita Salsabila Putri
Tape singkong, makanan tradisional yang terbuat dari singkong yang difermentasi (Sumber : Pinterest @Magnific (formerly Freepik))
Tape singkong, makanan tradisional yang terbuat dari singkong yang difermentasi (Sumber : Pinterest @Magnific (formerly Freepik))

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Tempe goreng hingga tape singkong menjadi makanan yang mudah dijumpai dalam keseharian masyarakat Indonesia. Di balik rasanya yang khas, makanan tersebut melalui proses fermentasi yang mengubah karakteristik bahan bakunya. Tempe, oncom, dan tape juga memiliki kandungan gizi yang menarik untuk dikenali.

1. Tempe, Sumber Protein Nabati

Tempe dibuat dari kedelai yang difermentasi menggunakan kapang Rhizopus. Proses ini membantu menguraikan sejumlah komponen kedelai sehingga protein lebih mudah dicerna. Tempe juga mengandung serat dan mineral yang melengkapi kebutuhan gizi sehari-hari.

2. Oncom, Olahan Fermentasi Khas Jawa Barat

Oncom merupakan makanan tradisional yang dibuat melalui fermentasi, umumnya menggunakan ampas tahu atau bungkil kacang tanah, bergantung pada jenisnya. Proses tersebut mengubah komponen bahan baku dan menghasilkan senyawa yang masih diteliti potensinya, termasuk aktivitas antioksidan.

3. Tape, Fermentasi Singkong dan Ketan

Tape dibuat dari singkong atau beras ketan dengan bantuan ragi. Selama fermentasi, pati diuraikan menjadi gula sederhana yang kemudian dapat diubah menjadi alkohol dan senyawa lainnya. Perubahan ini membuat tape memiliki rasa manis khas dengan aroma fermentasi.

Ketiga makanan tersebut menunjukkan beragam pemanfaatan fermentasi dalam kuliner Indonesia. Meski prosesnya dapat memengaruhi karakteristik dan kandungan gizi pangan, manfaatnya tetap perlu dilihat berdasarkan jenis makanan dan bukti ilmiah yang tersedia.

Advertisement
Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Dikutip dari Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Produksi Tempe Beji-Kota Batu Anjlok, Wisata Edukasi Tetap Jalan

Produksi Tempe Beji-Kota Batu Anjlok, Wisata Edukasi Tetap Jalan

Produksi tempe di Kampung Tempe Desa Beji anjlok akibat lonjakan harga kedelai. Meski begitu, kegiatan wisata edukasi tetap berjalan.

Perajin Tempe di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu Terjepit Biaya Produksi

Perajin Tempe di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu Terjepit Biaya Produksi

Pelemahan rupiah membuat harga kedelai impor naik, sehingga perajin tahu dan tempe di Desa Beji menyesuaikan harga dan ukuran produk.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer