
BATU, RADAR BATU - Kunjungan wisatawan ke Kota Batu baru mencapai 7.799.251 orang hingga 12 Oktober lalu. Angka sementara tersebut masih terpaut sekitar 2,74 juta kunjungan dari target tahunan sebesar 10.539.105 orang.
Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto menegaskan data tersebut belum final. Sebab, laporan kunjungan dari destinasi wisata baru mencapai 53,49 persen. Jumlah kunjungan masih berpotensi berubah seiring masuknya laporan tambahan.
Tahun ini, Pemkot Batu menargetkan kunjungan wisatawan meningkat 4,5 persen dibandingkan 2025. Tahun lalu, realisasi kunjungan tercatat mencapai 10.085.268 orang.
Namun, pencapaian target tahun ini menghadapi sejumlah tantangan.
Salah satunya tekanan daya beli masyarakat dan kenaikan biaya perjalanan yang berpotensi memengaruhi keputusan berwisata. “Tekanan ekonomi dan meningkatnya biaya perjalanan berpotensi memengaruhi keputusan wisatawan untuk berlibur, termasuk frekuensi perjalanan dan besaran pengeluaran selama berada di Kota Batu,” ujar Onny.
Baca Juga: Sport Center Jalibar Dijajaki, Pemkot Batu Gandeng Swasta
Faktor cuaca ekstrem dan bencana juga menjadi perhatian. Hujan lebat hingga potensi tanah longsor dapat mengganggu akses menuju destinasi wisata. Gangguan jalur transportasi dan kawasan wisata berisiko mengurangi kenyamanan hingga memicu pembatalan kunjungan.
Persaingan dengan daerah lain turut menjadi tantangan. Onny menyebut, kemunculan atraksi baru dan penawaran paket wisata yang lebih kompetitif berpotensi mengalihkan minat wisatawan dari Kota Batu.
Baca Juga: Polres Batu Temukan Indikasi Penimbunan BBM
Karena itu, pengembangan daya tarik destinasi dan peningkatan kualitas layanan dinilai penting untuk mempertahankan minat wisatawan. Di sisi lain, pemutakhiran data dan kelengkapan laporan dari pengelola destinasi diperlukan.
Hal itu bertujuan agar capaian kunjungan dapat dipantau secara akurat. Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, perkembangan kunjungan wisatawan akan menentukan sejauh mana target 10,53 juta kunjungan bisa tercapai.



