
BATU, RADAR BATU - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Batu diduga tak hanya dipicu lonjakan konsumsi dan keterlambatan distribusi. Polres Batu bersama perwakilan Pertamina menemukan indikasi penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi saat mengecek 10 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak 19 Oktober lalu.
Pengecekan dilakukan menyusul keluhan warga yang kesulitan mendapatkan Pertalite dan Bio Solar. Hasil pemantauan menunjukkan ketersediaan stok di sejumlah SPBU bervariasi. Beberapa titik memang ada yang mengalami kekurangan pasokan. Terutama untuk kedua jenis BBM tersebut.
Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Region Malang Imam Rizki Arianto mengatakan, konsumsi Pertalite dan Bio Solar meningkat tajam selama sebulan terakhir. Salah satu faktornya adalah disinformasi di media sosial. “Informasi yang beredar di media sosial terkait kelangkaan BBM menimbulkan kekhawatiran sebagian masyarakat,” ujarnya.
Imam menilai hal itu yang kemudian mendorong pembelian secara berlebihan. Kendati begitu, distribusi BBM memang sempat terlambat dikirim dari depot. Untuk mengantisipasi kekosongan stok, Pertamina mengupayakan tambahan pasokan langsung dari depot Malang dan Surabaya.
Baca Juga: El Nino Diprediksi Berlangsung hingga 2027, Ini Dampak dan Langkah Antisipasi Menghadapi El Nino
Di sisi lain, aparat menemukan indikasi dugaan penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Namun, temuan tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan untuk memastikan bentuk pelanggaran dan pihak yang terlibat. Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa mengimbau masyarakat tetap tenang.
Dia meminta warga agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga juga diminta membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan harian. Sebab, pembelian berlebihan hanya akan memperparah kelangkaan. “Kami pastikan untuk pengawasan dan menjerat hukum bagi mafia energi,” tegasnya.


