BUMIAJI - Hujan deras yang mengguyur Kota Batu dalam beberapa hari terakhir memicu longsor di Dusun Sabrangbendo, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji kemarin (26/2) sekitar pukul 04.00. Satu rumah milik Sri Bakti di Jalan Kembang Kopi Nomor 8A terdampak akibat ambrolnya plengsengan di bagian depan rumah.
Longsor terjadi setelah tanah mengalami kejenuhan air akibat curah hujan tinggi. Kondisi itu menurunkan stabilitas lereng dan melemahkan daya dukung tanah di sekitar bangunan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, mengatakan longsoran terjadi pada struktur plengsengan sepanjang enam meter, lebar dua meter, dan tinggi dua meter.
“Volume material yang terdampak diperkirakan mencapai 24 meter kubik. Curah hujan tinggi membuat tanah jenuh air. Stabilitas lereng menurun dan terjadi longsoran,” ujarnya. Material sempat menutup sebagian bahu jalan kampung. Akses warga masih bisa dilalui secara terbatas. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Satu kepala keluarga terdampak pun tidak perlu mengungsi. Tim BPBD melakukan penilaian cepat di lokasi. Koordinasi dilakukan bersama perangkat desa dan warga. Garis pengaman dipasang untuk mengantisipasi longsor susulan.
Sebagai langkah darurat, dipasang terpal untuk mengurangi infiltrasi air hujan. Warga juga bergotong royong membersihkan material longsor. Rehabilitasi plengsengan direncanakan bertahap, termasuk pembenahan sistem drainase agar stabilitas lereng lebih terjaga.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Batu, Doddy Faturrachman, mengatakan bantuan darurat berupa terpal dan logistik kerja bakti telah disalurkan. “Kerusakan tergolong ringan. Hanya bagian teras depan yang terdampak dan tidak ada aset berharga yang rusak,” katanya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho