BATU - Kepala Bidang Perumahan Disperkim Kota Batu Prasetyo Bagus Wicaksono mengaku telah berkoordinasi dengan BPBD untuk memetakan tingkat kerusakan di lapangan. Bantuan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan droping material bangunan sesuai kebutuhan.
Prasetyo menyebut besaran bantuan bervariasi bergantung pada hasil kaji cepat di setiap lokasi. Untuk kerusakan bangunan akibat bencana, estimasi bantuan material berkisar antara Rp 5-15 juta. Artinya, estimasi kebutuhan biaya mencapai Rp95-285 juta.
"Kami sedang menghitung secara detail agar bantuan yang turun tepat sasaran dan mencukupi untuk perbaikan," tambah Prasetyo. Rincian material yang akan disalurkan meliputi berbagai kebutuhan pokok konstruksi.
Material tersebut di antaranya adalah semen, bata ringan (hebel), batu bata, hingga pasir. Mengingat mayoritas rumah mengalami kerusakan pada bagian atap, pihaknya akan menyiapkan bantuan berupa kayu, galvalum, hingga spandex.
Meski begitu, Prasetyo menekankan jika bantuan dari pemerintah hanya terbatas pada penyediaan bahan bangunan saja. Untuk proses pengerjaan atau ongkos tukang, pemerintah mengharapkan adanya swadaya dan solidaritas antarwarga.
"Kami sangat berharap bantuan masyarakat sekitar untuk membantu proses perbaikan secara gotong royong," terangnya. Langkah gotong royong itu dinilai menjadi cara paling efektif untuk mempercepat proses pemulihan di tengah situasi darurat. (ori/dre)
Editor : Aditya Novrian