Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Imbas Perang, Satu Rombongan Umrah dari Kota Batu Batal Berangkat

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 5 Maret 2026 | 09:10 WIB

Ilustrasi Haji
Ilustrasi Haji

BATU - Gejolak keamanan di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada perjalanan jemaah ibadah umrah asal Kota Batu. Tiga rombongan dipastikan dapat kembali ke Indonesia sesuai jadwal terbaru. Sementara, ada satu rombongan terpaksa menunda keberangkatan karena situasi kawasan yang belum sepenuhnya kondusif.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batu Basuki Rachmat mengatakan, sebagian besar jemaah masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan yang telah disesuaikan. Sebanyak 23 jemaah dari PT Perindu Baitullah dijadwalkan kembali ke Indonesia kemarin (4/3) sekitar pukul 12.00 waktu Arab Saudi.

Rombongan lain dari biro yang sama juga telah mengantongi kepastian jadwal dan direncanakan tiba di Tanah Air dua hari berikutnya. “Selain itu ada 21 jemaah dari Saudin Tour and Travel dan PT Safa Bumi yang juga dijadwalkan pulang pada 4 Maret,” ujar Basuki.

Sementara itu, jemaah dari PT Qurrota Ayun sebagian telah kembali lebih dulu. Dua orang tiba di Indonesia pada 2 Maret. Lima jemaah lainnya masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan berikutnya.

Di sisi lain, rencana keberangkatan umrah bagi 12 jemaah dari PT Qurrota Ayun harus ditunda. Mereka sebelumnya dijadwalkan berangkat pada 5 Maret untuk mengikuti program umrah Ramadan dengan target meraih malam Lailatul Qadar.

Namun, dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah membuat jadwal penerbangan belum dapat dipastikan. Hingga kini, keberangkatan masih menunggu perkembangan situasi. Basuki mengaku terus berkomunikasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memantau kondisi jemaah dan memastikan kepastian jadwal penerbangan.

“Informasi dari Makkah, kondisi ibadah sebenarnya cukup kondusif,” katanya. Koordinasi juga dilakukan untuk menjamin hak dan layanan jemaah tetap terpenuhi selama berada di luar negeri. Apalagi Ramadan menjadi periode puncak pelaksanaan umrah.

Ia menegaskan, seluruh penanganan mengikuti arahan pemerintah pusat serta perkembangan kebijakan penerbangan internasional. “Koordinasi terus kami lakukan dengan Kemenhaj pusat dan Kementerian Luar Negeri,” pungkasnya. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#Kemenhaj #ibadah umroh #kota batu #ppiu