Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Atraksi Barongsai dan Naga Api Hipnotis Pengunjung Museum Angkut Kota Batu

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 18 Februari 2026 | 09:57 WIB
MEMUKAU PENGUNJUNG: Suguhan atraksi barongsai dan naga api memukau pengunjung di Gangster Town Museum Angkut kemarin (17/2).
MEMUKAU PENGUNJUNG: Suguhan atraksi barongsai dan naga api memukau pengunjung di Gangster Town Museum Angkut kemarin (17/2).

BATU - Atraksi barongsai dan naga api memeriahkan perayaan Imlek di Museum Angkut, Kota Batu, kemarin (17/2). Pertunjukan bertajuk Firehorse and Lunar Momentum itu sukses memukau ratusan pengunjung yang memadati kawasan Gangster Town.

Sejak siang, area tematik tersebut dipenuhi wisatawan yang ingin menyaksikan pertunjukan spesial Imlek. Sorot mata pengunjung langsung tertuju pada penampilan para penari berbalut kostum merah yang membuka pertunjukan.

Tak lama berselang, dua barongsai berwarna merah dan hitam memasuki area pertunjukan, disambut sorak penonton. Suasana semakin meriah saat atraksi firedance dimulai. Para penampil menyemburkan api ke udara, menciptakan efek visual dramatis yang memancing decak kagum.

Di saat bersamaan, replika naga panjang meliuk lincah di tengah kepulan asap dan percikan api, menghadirkan nuansa spektakuler khas perayaan Imlek. Pertunjukan ditutup dengan tepuk tangan riuh pengunjung.

Guest Relation Officer (GRO) Museum Angkut, Viky Andryan, mengatakan persiapan pertunjukan Imlek tahun ini dilakukan secara matang. Konsep yang diusung tidak hanya menyajikan hiburan visual, tetapi juga menghadirkan pengalaman imersif bagi pengunjung. “Termasuk pertunjukan barongsai yang ikonik saat perayaan Imlek,” ujarnya.

Tema Firehorse and Lunar Momentum dipilih selaras dengan shio tahun 2026, yakni kuda api. Menurut Viky, tema tersebut merepresentasikan energi, kekuatan, dan semangat kebersamaan dalam perayaan Imlek. “Semua berkaitan dengan energi dan kekuatan yang berpadu dalam pertunjukan ini,” jelasnya.

Pertunjukan ini telah dijadwalkan sejak 13 Februari dan digelar rutin setiap pukul 13.30. Pemilihan lokasi di kawasan Gangster Town memberi sentuhan unik karena memadukan perayaan tradisional Tionghoa dengan nuansa jalanan Amerika klasik era 1930-an yang menjadi ciri khas Museum Angkut.

Viky menambahkan, antusiasme pengunjung selama libur Imlek tahun ini tergolong tinggi. Pertunjukan spesial tersebut menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berlibur di Kota Batu. “Antusiasmenya sangat luar biasa tahun ini, tidak kalah dengan tahun sebelumnya,” tegasnya.

Salah seorang pengunjung asal Manado, Janne Palit, mengaku terkesan dengan pertunjukan tersebut. Ia bersama rombongan sengaja berlibur ke Kota Batu untuk menikmati suasana sejuk sekaligus berwisata.

“Tidak menyangka ada pertunjukan ini. Sangat menikmati sekali,” katanya. Janne menyebut ini kunjungan keduanya ke Museum Angkut. Namun, kehadiran pertunjukan spesial Imlek membuat pengalaman tahun ini terasa berbeda. Ia pun berencana kembali berkunjung pada tahun mendatang. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#museum angkut #perayaan imlek #kota batu