BATU - Peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang dipusatkan di Stadion Gajayana, Kota Malang, memicu efek ekonomi berantai hingga ke Kota Batu. Momentum keagamaan berskala nasional itu terbukti mendongkrak okupansi hotel secara signifikan, menembus rata-rata 75 persen hanya dalam hitungan hari.
Lonjakan tingkat hunian tersebut menunjukkan kuatny a korelasi antara agenda keagamaan berskala besar dengan pergerakan sektor pariwisata regional. Kota Batu, yang selama ini menjadi hinterland wisata Malang Raya, kembali menjadi pilihan utama jemaah dan pengunjung yang membutuhkan akomodasi selama rangkaian peringatan berlangsung.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi menyebut, tren peningkatan okupansi terlihat kontras dibandingkan akhir pekan biasa. Kenaikan tercatat sekitar 10 persen hanya dalam sepekan terakhir. “Ini cukup signifikan untuk ukuran low season awal tahun,” ujarnya.
Data reservasi menunjukkan dinamika yang cepat. Pada Jumat (6/2) lalu, rata-rata keterisian kamar masih berada di kisaran 50 persen. Namun, dalam waktu semalam, arus pemesanan melonjak tajam hingga menyentuh 75 persen pada Sabtu (7/2) lalu. Kenaikan itu seiring membludaknya jemaah yang mulai berdatangan ke Malang Raya menjelang puncak acara.
Sejumlah ruas jalan menuju pusat Kota Batu pun mulai dipadati kendaraan dengan atribut hijau-putih khas NU. Arus kedatangan jemaah dari berbagai daerah turut menghidupkan sektor transportasi, kuliner, dan destinasi wisata.
Pelaku usaha perhotelan di Kota Batu tidak sekadar menunggu limpahan tamu. Sejak jauh hari, mereka telah menyiapkan strategi pemasaran khusus untuk menyambut momentum Harlah NU. Salah satunya melalui program diskon kamar dan paket wisata bagi jemaah.
Besaran potongan harga yang ditawarkan bervariasi, mulai 7,5-40 persen. Promo tersebut umumnya diperuntukkan bagi jemaah yang dapat menunjukkan identitas atau atribut resmi NU saat check in. Namun, setiap hotel punya ketentuan teknis masing-masing.
“Seperti di Selecta, kami juga memberikan diskon khusus untuk paket liburan. Ini bentuk partisipasi sekaligus strategi menyambut tamu,” kata Sujud. Dampak ekonomi tidak hanya dirasakan sektor perhotelan. Destinasi wisata dan pelaku usaha kuliner di Kota Batu turut merasakan peningkatan kunjungan.
Pemberian diskon bukan semata strategi mengejar keuntungan jangka pendek. Pelaku usaha juga ingin berkontribusi dalam menyukseskan peringatan satu abad organisasi Islam terbesar di Indonesia itu. “Target kami juga ikut memeriahkan Harlah NU dan memberikan kenyamanan bagi jamaah,” ujarnya. (ori/dre)
Disunting kembali oleh Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian