BUMIAJI - Nasib apes menimpa Moch Baijuri, 57, warga Dusun Kedung RT 065/RW 010, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji. Belum setahun dibangun, rumahnya roboh usai diterpa angin kencang pada Selasa sore lalu (7/10) sekitar pukul 16.00. Beruntung, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berjanji bakal memberikan bantuan perbaikan rumah tersebut.
Bangunan rumah seluas 42 meter persegi itu menyisakan puing-puing dan tumpukan bata ringan yang berserakan. Bangunan roboh menimpa seluruh perabotan yang ada di dalam rumah Baijuri. Bahkan, atap rumah pun ikut runtuh saking kencangnya sapuan angin. Peristiwa itu sempat mengakibatkan jaringan listrik di lokasi kejadian terganggu.
Selain rumah Baijuri, warga Dusun Durek RT 009/RW 002, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji juga terdampak. Ada laporan terjadinya kerusakan ringan pada atap rumah milih salah seorang warga. “Beruntung tidak ada korban jiwa di antara dua rumah rusak itu,” ujar Suwoko, Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu.
Meski begitu, Suwoko menyebut produktivitas korban terdampak terganggu pascainsiden tersebut. Mereka terpaksa mengungsi ke rumah saudara masing-masing. Suwoko mengaku telah melakukan upaya kaji cepat dan pemberian bantuan logistik kepada korban terdampak.
Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman didampingi Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengunjungi lokasi kejadian kemarin (8/10). Pria yang akrab disapa Cak Nur itu hadir untuk memberikan bantuan perbaikan rumah. Dia meminta agar kontruksi bangunan menggunakan bata putih sehingga bisa lebih kuat,
“Kebutuhan material kami dipastikan akan di-cover Pemkot Batu,” ujarnya. Sementara, untuk tukangnya akan dikerjasamakan bersama pihak desa. Dirinya meminta kepala desa mengerahkan warga untuk swadaya pembangunan rumah terdampak bencana angin kencang tersebut. Sehingga, rumah korban segera bisa ditinggali kembali.
“Bantuan kami anggarkan dari Belanja Tidak Terduga (BTT),” imbuhnya. Cak Nur belum bisa menyebut total dana yang dibutuhkan untuk perbaikan tersebut. Untuk itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) diminta melakukan pendataan untuk menentukan langkah dan skema perbaikan.
Lebih lanjut, Kepala Disperkim Kota Batu Arief As Shiddiq menjelaskan bangunan rumah milik Baijuri baru didirikan sejak bulan Desember 2024 lalu. Konstruksi yang tidak kuat menjadi faktor utama robohnya bangunan saat diterpa angin kencang. “Apalagi lokasinya di tengah lahan, jadi terjangan angin menjadi lebih kencang,” tuturnya.
Arief menyebut perbaikan akan dilakukan di beberapa titik. Namun, tanpa mengubah konsep bangunan yang sudah ada. Hanya saja kualitas material yang digunakan akan ditingkatkan. Sehingga, konstruksi bangunan bisa lebih kuat. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho