Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tabebuya di Pendem Kota Batu Mulai Mekar Sempurna

R
IKONIK: Ratusan pohon tabebuya mulai bermekaran di sepanjang Jalan Terusan Kusuma Wijaya, Desa Pendem kemarin (1/10). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
IKONIK: Ratusan pohon tabebuya mulai bermekaran di sepanjang Jalan Terusan Kusuma Wijaya, Desa Pendem kemarin (1/10). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

Advertisement

JUNREJO, RADAR BATU - Deretan pohon tabebuya di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, mulai bermekaran. Bunga berwarna kuning yang memenuhi sejumlah ruas jalan itu menghadirkan pemandangan bak musim semi di Jepang. Pemandangan itu sontak menarik warga hingga wisatawan untuk berswafoto dan membuat konten.

Keindahan tabebuya dapat dijumpai di dua titik utama. Yakni Jalan Semeru, kawasan Wisata Bumi Lumbung Pendem, dan Jalan Terusan Wijaya Kusuma, tepat di depan Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud).

Advertisement

Kepala Desa Pendem Tri Wahyuwono Efendi mengatakan, bunga tabebuya saat ini mulai mendekati puncak mekar. Sekitar 80 persen pohon di kawasan tersebut telah berbunga.

“Sudah sekitar 80 persen yang mekar. Mulainya sejak dua minggu yang lalu,” ujarnya.

Tri memprediksi puncak mekarnya tabebuya berlangsung pekan depan. Fenomena tersebut rutin terjadi setahun sekali. Umumnya menjelang akhir musim kemarau. Bunga tabebuya dapat bertahan hingga memasuki musim hujan. Namun, lama masa mekarnya bergantung pada kondisi cuaca. Itulah mengapa waktunya tidak dapat dipastikan.

Deretan tabebuya di Jalan Semeru ditanam sejak 2019. Sekitar 500 pohon ditanam berjejer sepanjang hampir satu kilometer. Selain mempercantik kawasan, penanaman tersebut juga ditujukan untuk menciptakan suasana yang lebih rindang.

Sementara itu, tabebuya di Jalan Terusan Wijaya Kusuma telah ditanam jauh lebih awal.

Namun, mekarnya tabebuya tahun ini berlangsung tanpa Festival Tabebuya. Agenda tahunan yang biasanya digelar pemerintah desa bersama karang taruna tersebut ditiadakan.

“Tahun ini festivalnya zero, tidak ada. Karena ada efisiensi anggaran, jadi sementara tidak kita laksanakan dulu,” kata Tri. Meski tanpa festival, warga dan wisatawan tetap dapat menikmati mekarnya tabebuya secara gratis. Deretan bunga kuning yang berguguran di sepanjang jalan tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Desa Pendem.

Advertisement
Editor : Fajar Andre Setiawan

Artikel Terkait

4 Jajanan Jadul di Kota Batu yang Masih Eksis, Cocok untuk Bernostalgia

4 Jajanan Jadul di Kota Batu yang Masih Eksis, Cocok untuk Bernostalgia

Empat jajanan jadul di Kota Batu yang masih eksis, mulai dari ketan legendaris, weci, ladu hingga lumpur bakar.

Lapangan Sumberejo Kota Batu Baru Bisa Dipakai Tahun Depan

Lapangan Sumberejo Kota Batu Baru Bisa Dipakai Tahun Depan

Fasilitas belum lengkap, Lapangan Sumberejo Kota Batu baru bisa dipakai tahun depan.

Pemkot Batu Telusuri Izin Proyek PT Esa

Pemkot Batu Telusuri Izin Proyek PT Esa

Pemkot Batu telusuri perizinan proyek PT Esa buntut keresahan warga soal air bersih.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer