BATU - Screening kesehatan calon jamaah haji (CJH) dari Kota Batu yang akan berangkat tahun depan mulai dilakukan.
Total sudah ada 150 CJH yang melakukan pemeriksaan tersebut.
Screening kesehatan CJH sudah dimulai sejak Oktober lalu.
Hingga saat ini prosesnya masih terus berjalan.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu Basuki Rachmat mengatakan mengaku pemeriksaan kesehatan sengaja lebih awal dilakukan.
Tujuannya untuk memastikan CJH siap berangkat 2025 mendatang.
Dia mengatakan tak semua hasil pemeriksaan kesehatan CJH bagus.
Beberapa di antaranya memiliki kondisi kesehatan yang tidak cukup baik.
Untuk itu, CJH harus melakukan pemeriksaan kesehatan lagi.
“Dari hasil pemeriksaan awal, keluhannya akan diobati lebih dulu. Kemudian akan dijadwalkan ulang untuk pemeriksaan kesehatan lagi,” ungkapnya.
Basuki menyampaikan screening kesehatan dilakukan dengan metode jemput bola.
Yakni dengan mendatangi rumah CJH. Namun, ada pula layanan melalui puksesmas.
Pihaknya mengaku bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk melakukan kegiatan itu.
Yakni dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dan Fakultas Kedokteran (FK) UIN Maliki Malang.
Meski pemeriksaan kesehatan CJH sudah dilakukan, Basuki menyebut belum ada penentuan kuota.
Namun, ia memastikan akan memilih CJH yang memiliki hasil pemeriksaan kesehatan yang paling baik.
Tentu saja juga akan mempertimbangkan urutan mereka.
“Untuk yang belum sehat akan menjalani pengobatan dulu,” imbuhnya.
Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu dr Susana Indahwati mengatakan pemeriksaan kesehatan CJH cukup komplit.
Mulai cek darah, tes urine, foto thorax, dan rekam jantung.
Lalu ada juga pemeriksaan kognitif, kesehatan mental, dan kemampuan aktifitas sehari-hari.
“CJH dengan kondisi kesehatan tidak baik akan segera dilakukan intervensi kesehatan,” ujarnya. Apalagi waktu yang tersisa masih cukup banyak. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana