Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pekerja Konstruksi Batu Minim Perlindungan

R
TERIMA BANTUAN: Wali Kota Batu Nurochman menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja informal saat apel pagi di Balai Kota Among Tani kemarin (20/4). PROKOPIM KOTA BATU FOR RADAR BATU
TERIMA BANTUAN: Wali Kota Batu Nurochman menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja informal saat apel pagi di Balai Kota Among Tani beberapa waktu lalu. (PROKOPIM KOTA BATU FOR RADAR BATU)

Advertisement

BATU, RADAR BATU – Perlindungan jaminan sosial pekerja konstruksi di Kota Batu masih sangat rendah. Dari 11.001 pekerja yang tercatat, baru 542 orang menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Artinya, cakupan perlindungannya hanya sekitar 4,9 persen.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batu Deden Rinifiandi mengatakan rendahnya angka tersebut tidak sepenuhnya disebabkan keengganan pekerja mendaftar. Persoalan administrasi proyek turut memengaruhi pencatatan kepesertaan.

Banyak proyek konstruksi dikerjakan di Kota Batu. Namun, perusahaan kontraktor yang memenangkan proyek terkadang mendaftarkan pekerjanya melalui kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan di daerah asal perusahaan.

“Misalnya PT pemenang proyek berasal dari Surabaya, lalu daftarnya di Surabaya, padahal kerjanya di Batu dan pakai warga Batu, sehingga UCJ Batu tidak terangkat,” paparnya.

Kondisi tersebut membuat pekerja yang sebenarnya bekerja di Kota Batu tidak masuk dalam perhitungan cakupan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) daerah. Dampaknya, data perlindungan pekerja di sektor konstruksi belum menggambarkan kondisi secara utuh.

Advertisement

Padahal, sektor konstruksi memiliki risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Pekerja berada di lapangan dengan berbagai potensi bahaya selama proses pembangunan.

Karena itu, Deden mendorong pembenahan sistem pendaftaran pekerja proyek. Lokasi pekerjaan dan pencatatan kepesertaan perlu dibuat lebih terintegrasi.

Pembenahan tersebut dinilai penting karena proyek konstruksi melibatkan banyak pekerja dalam waktu tertentu. Terlebih, sebagian tenaga kerja yang digunakan merupakan warga lokal.

Advertisement

Artikel Terkait

Pertalite di Kota Batu Langka, Karyawan Pulang Kerja Lanjut Antre hingga Malam

Pertalite di Kota Batu Langka, Karyawan Pulang Kerja Lanjut Antre hingga Malam

Kelangkaan Pertalite di Kota Batu paksa pekerja antre hingga larut malam demi dapatkan BBM.

Pekerja Proyek Batu Tak Selalu Masuk Data UCJ

Pekerja Proyek Batu Tak Selalu Masuk Data UCJ

Pekerja konstruksi di Kota Batu belum seluruhnya tercatat dalam capaian UCJ karena persoalan administrasi kepesertaan BPJS.

Pekerja Rentan Batu Diburu untuk Dapat Perlindungan

Pekerja Rentan Batu Diburu untuk Dapat Perlindungan

Pemkot Batu menyasar pekerja informal untuk memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan hingga 68.808 pekerja pada 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer