Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Kedelai Tinggi, Ukuran Tempe Makin Mini

F
HARGA MELONJAK: Salah seorang pedagang menjual tempe kedelai di Pasar Tawangmangu beberapa hari lalu. ANDINI PUTRI LESTARI/FREELANCE RADAR MALANG
HARGA MELONJAK: Salah seorang pedagang menjual tempe kedelai di Pasar Tawangmangu beberapa hari lalu. ANDINI PUTRI LESTARI/FREELANCE RADAR MALANG

Advertisement

MALANG KOTA - Lonjakan harga kedelai impor menekan pelaku usaha tahu dan tempe di Kota Malang. Per April ini, harga bahan baku menembus Rp12 ribu per kilogram. Kondisi itu memaksa produsen tahu dan tempe mengurangi produksi dan ukuran.

Di Pasar Tawangmangu, harga yang sebelumnya berkisar Rp9 ribu kini naik menjadi Rp11 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram. Hirman, salah satu pedagang mengaku tidak punya banyak pilihan. Ia memilih memangkas volume produksi ketimbang menaikkan harga jual.

“Kalau harga dinaikkan, pembeli bisa lari. Jadi ukuran atau produksi yang dikurangi,” ujarnya. Ia kini hanya mengolah sekitar 40 kilogram kedelai per hari. Kuantitasnya turun dari sebelumnya 50 kilogram. Pengurangan ini dilakukan agar harga jual tetap terjangkau di tengah daya beli yang belum pulih.

Advertisement

Kondisi serupa dirasakan Pandi Setiawan, pemilik toko sayur di Jalan Sigura-gura. Ia menyebut ukuran tempe yang dijual kini lebih kecil dari biasanya. Namun, ia memastikan harga tetap alias tidak ada kenaikan.

“Barangnya memang mengecil. Harga tetap supaya pembeli tidak keberatan,” katanya. Dampaknya mulai terasa di tingkat konsumen, terutama pelaku usaha kuliner. Pandi mengaku menerima keluhan dari pemilik warung makan yang kesulitan membagi porsi tempe untuk dijual kembali.

“Mereka protes karena ukuran lebih kecil, jadi margin ikut tergerus,” ujarnya. Tekanan tidak berhenti pada bahan baku. Harga plastik pembungkus juga naik, menambah beban biaya produksi. Sementara alternatif seperti daun pisang dinilai tidak efisien karena mahal dan kurang tahan lama. 

Advertisement
Editor : Fajar Andre Setiawan

Artikel Terkait

Makanan Fermentasi Khas Indonesia dan Potensi Manfaatnya bagi Kesehatan 

Makanan Fermentasi Khas Indonesia dan Potensi Manfaatnya bagi Kesehatan 

Mengenal tempe, oncom, dan tape sebagai makanan fermentasi khas Indonesia, proses pembuatannya, serta potensi manfaatnya bagi kesehatan.

Produksi Tempe Beji-Kota Batu Anjlok, Wisata Edukasi Tetap Jalan

Produksi Tempe Beji-Kota Batu Anjlok, Wisata Edukasi Tetap Jalan

Produksi tempe di Kampung Tempe Desa Beji anjlok akibat lonjakan harga kedelai. Meski begitu, kegiatan wisata edukasi tetap berjalan.

Perajin Tempe di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu Terjepit Biaya Produksi

Perajin Tempe di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu Terjepit Biaya Produksi

Pelemahan rupiah membuat harga kedelai impor naik, sehingga perajin tahu dan tempe di Desa Beji menyesuaikan harga dan ukuran produk.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer