BATU - Jalur Pacet-Cangar kembali ditutup total untuk sementara waktu setelah insiden longsor yang terjadi 24 November lalu. Penutupan ini dilakukan karena kondisi tebing di beberapa titik dinilai masih labil.
Hari ini (26/11), tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi masih melakukan asesmen dan survei di sekitar lokasi.
Asesmen dilakukan dengan menggunakan alat Seismometer Sensor Microtremor (Velocimeter) untuk mendeteksi tingkat kerentanan tanah di jalur tersebut. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jatim Satriyo Nurseno menjelaskan longsor yang terjadi masuk kategori sedang.
Tidak ada korban jiwa dan kerusakan berat akibat kejadian tersebut. Namun, material longsor menutup jalan tapi sudah dibersihkan tim gabungan sesaat setelah insiden. Pembersihan material longsor dilakukan BPBD, Kodim, Polres Batu, Polres Mojokerto, serta para relawan.
Namun, laporan lanjutan dari tim lapangan maupun masyarakat menyebutkan adanya indikasi potensi longsor susulan. Itu terlihat dari adanya rekahan tanah yang mulai muncul di beberapa titik. Hal itu menandakan kondisi tebing belum sepenuhnya stabil. “Belum bisa memastikan jumlahnya tapi sekilas ada titik-titik yang mulai merekah,” jelas Satriyo.
Rekahan tersebut berada di lokasi berbeda dari titik longsor pada Senin lalu. Menurut Satriyo, rekahan muncul di area sekitar dan juga bagian atas tebing. “Yang jelas bukan pada mahkota longsor yang kemarin,” imbuhnya.
Karena itu, asesmen yang dilakukan hari ini menjadi penentu langkah berikutnya. Tim BPBD Jatim bersama ESDM Jatim juga turut serta BPBD kabupaten/kota terkait akan terjun langsung memetakan struktur tanah dan tingkat kerawanannya. Pelaksanaan asesmen dilakukan pagi hari sekitar pukul 08.00-09.00.
“Itu juga untuk menghindari hujan dan potensi bencana. Nanti kalau hasilnya sudah keluar, mungkin akan buka-tutup atau dibuka seterusnya,” pungkas Satriyo. Dengan situasi cuaca yang masih berubah-ubah, masyarakat pengguna jalur Pacet-Cangar diimbau tetap waspada. Selain itu, juga mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan BPBD. (dia/dre)
Editor : Aditya Novrian