BATU - Pembukaan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 berlangsung meriah di Taman Rekreasi Selecta pada Kamis malam lalu (6/11). Kegiatan yang mengusung tema Nusantaraya Senyawa Malang Raya itu menjadi ajang jejaring kota kreatif se-Indonesia. Ada 258 perwakilan kota/kabupaten yang hadir dalam kegiatan itu.
Menariknya, pembukaan ICCF juga diiringi dengan launching Selecta Living Museum. Wali Kota Batu Nurochman mengatakan pemilihan Taman Rekreasi Selecta sebagai lokasi pembukaan event ekonomi kreatif (ekraf) lantaran objek wisata legendaris itu menjadi tonggak awal kemajuan pariwisata di Kota Batu.
“Dibangun sejak 1928 silam, Taman Rekreasi Selecta menyimpan ingatan kolektif masyarakat tentang tempat peristirahatan kolonial jaman dulu,” ungkapnya. Di sana ada kamar dan ruang yang pernah digunakan singgah Presiden dan Wakil Presiden RI pertama Soekarno-Hatta. Bahkan keduanyalah yang menggagas tanda patok titik nol di Selecta.
Selain itu, PT Selecta menjadi satu-satunya perusahaan milik pribumi saat itu. Cak Nur menilai potensi kesejarahan itu berpeluang untuk penguatan ekosistem gastronomi. Tentu saja hal itu harus dibarengi pendampingan dan pelatihan promosi bagi komunitas serta pelaku usaha kuliner. Salah satunya melalui gelaran ICCF 2025.
Lebih lanjut, Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Tubagus Fiki C Satari mengaku sangat terkesan dengan antusiasme Kota Batu sebagai salah satu tuan rumah ICCF 2025. Dirinya berkomitmen mendukung penuh Kota Batu agar menjadi kota gastronomi. “Tentu ini sebuah langkah awal yang positif untuk mewujudkan itu,” tuturnya.
Selama di Kota Batu, peserta ICCF tak hanya mengikuti forum dan diskusi saja. Mereka akan diajak mengunjungi potensi ekonomi kreatif andalan lokal. Seperti wisata petik apel, Kampung Tempe Beji, dan semua produk turunannya. Fiki optimistis bisa mewujudkan road map pengembangan kota kreatif.
Terpisah, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai ICCF menjadi ruang strategis bagi para pelaku ekraf untuk berbagi ide dan melahirkan inovasi baru. Malang Raya mampu menampilkan potensi besar di bidang pariwisata, ekraf, dan budaya. “Perpaduan itulah yang mendukung pengembangan model kota kreatif,” tegasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho