Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sumbatan Sampah Picu Rentetan Banjir

R
Hujan deras dan sumbatan sampah picu banjir serta kerusakan infrastruktur di Kota Batu.
Hujan deras dan sumbatan sampah picu banjir serta kerusakan infrastruktur di Kota Batu.

Advertisement

Drainase Meluap, Jalan Rusak, dan Plengsengan Ambrol

BATU, RADAR BATU - Sumbatan sampah dan akar bambu memicu luapan air di sejumlah wilayah di Kota Batu pada Rabu lalu (28/10) sekitar pukul 14.30. Derasnya hujan dan luapan air juga menyebabkan kerusakan jalan dan longsornya plengsengan. Sedikitnya ada lima titik yang terdampak. Pemkot Batu bersama tim gabungan langsung meninjau lokasi dan melakukan penanganan darurat.

Wali Kota Batu Nurochman menyebut, luapan air di sejumlah titik dipicu akumulasi sampah yang terbawa arus hujan setelah musim kemarau. Material tersebut menyumbat saluran dan aliran sungai hingga air meluber ke jalan. “Sumbatan di beberapa titik itulah yang akhirnya menyebabkan luapan air meluap ke jalan,” paparnya.

Peninjauan dilakukan di sejumlah lokasi. Di antaranya Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo; Dusun Krajan Lor, Desa Tlekung; Jalan Diponegoro, Desa Mojorejo; serta kawasan sekitar SD Negeri Mojorejo 1. Selain memantau kerusakan infrastruktur umum, Pemkot juga mencatat bangunan warga yang terdampak.

Di kawasan Tlekung, salah satu bangunan milik warga mengalami dampak kerusakan. Nurochman menyatakan akan membantu perbaikan bagian fondasi. “Fondasinya nanti kita mungkin sekitar 1-2 meter kita bantu untuk menyelesaikan,” imbuhnya.

Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mengatakan, lima titik utama yang terdampak antara lain dua titik berada di Kecamatan Junrejo. Sedangkan, tiga lainnya berada di wilayah Kecamatan Batu.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Suwoko menjelaskan, titik pertama berada di Jalan Diponegoro, Desa Mojorejo. Saluran drainase tersumbat sampah di empat titik. Hal itu membuat air meluap ke badan jalan hingga sekitar 15 sentimeter. Arusnya pun cukup deras. Luapan tersebut tak pelak mengganggu lalu lintas dan aktivitas masyarakat.

Tim gabungan diterjunkan untuk melakukan kaji cepat sekaligus membersihkan material yang menyumbat saluran. Titik kedua berada di Jalan Diponegoro Nomor 74, RT 04 RW 01, Dusun Junwatu, Desa Junrejo. Air yang tidak tertampung drainase masuk ke rumah warga dan membasahi perabotan.

Arus deras juga membuat permukaan jalan sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar lima meter terangkat. Dampak berikutnya terjadi di Dusun Krajan Lor, RT 01 RW 06, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. Hujan berintensitas tinggi disertai kapasitas drainase yang tidak memadai memicu longsornya plengsengan sepanjang 35 meter dengan tinggi 4 meter.

“Longsoran dari tebing tersebut menimpa kandang ayam serta area taman milik seorang warga setempat,” jelas Suwoko. Sementara itu, dua titik lainnya berada di Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu.

Advertisement
Editor : Fajar Andre Setiawan

Artikel Terkait

Kades di Kota Batu Diminta Intensifkan Kerja Bakti

Kades di Kota Batu Diminta Intensifkan Kerja Bakti

Pemkot Batu minta seluruh kades intensifkan kerja bakti bersihkan lingkungan di musim hujan.

Sedimen Hulu Diduga Perparah Luapan Air di Kota Batu

Sedimen Hulu Diduga Perparah Luapan Air di Kota Batu

Sedimen hulu diduga perparah luapan air, DPUPR Kota Batu akan cek bangunan pengendali.

Jalan Terangkat, Plengsengan Kota Batu Ambrol

Jalan Terangkat, Plengsengan Kota Batu Ambrol

Hujan deras di Kota Batu sebabkan kerusakan jalan, plengsengan ambrol, dan luapan air di lima titik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer