Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sehari Hujan Pasar Induk Among Tani Kota Batu Kembali Bocor

F
LICIN: Genangan air membanjiri lorong kios Pasar Induk Among Tani saat hujan pada Minggu lalu (25/10). (MUHAMMAD WAHIB ALI/RADAR BATU)
LICIN: Genangan air membanjiri lorong kios Pasar Induk Among Tani saat hujan pada Minggu lalu (25/10). (MUHAMMAD WAHIB ALI/RADAR BATU)

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Genangan air kembali membanjiri sejumlah lapak di Pasar Induk Among Tani Kota Batu pada Minggu (25/10). Baru sehari diguyur hujan, air sudah masuk ke area dalam pasar. Pedagang menduga hal itu lantaran buruknya kondisi atap dan saluran air. Kondisi tersebut sekaligus menjadi masalah yang berulang sejak 2024 silam.

Anik, pedagang di lantai dua, mengaku kerepotan menguras air yang masuk ke lapaknya setelah hujan semalaman. Kondisi itu membuatnya kecewa. Sebab, perbaikan talang yang sebelumnya dilakukan masih belum juga menyelesaikan persoalan. “Baru hujan sehari saja sudah bocor begini,” keluhnya.

Advertisement

Anik menduga material atap seng terlalu tipis. Hal itu membuat seng mudah berkarat dan tidak mampu menahan air. Kerusakan itu, kata Anik, sudah dikeluhkan sejak 2024. Perbaikan sudah dilakukan pada 2025. Namun, kebocoran kembali terjadi. Kesal dengan kondisi itu, sejumlah pedagang berencana patungan untuk memperbaiki saluran air secara mandiri.

Agung Yanuar, pedagang lainnya, memilih memasang tanggul semen setinggi lima sentimeter di depan tokonya. Penghalang darurat itu dibuat untuk mencegah air masuk ke lapak. “Pastinya, dana yang dikeluarkan ditekan sehemat mungkin, kisaran Rp 20 ribu per orang,” terangnya.

Advertisement

Kekhawatiran juga dirasakan Samsul, pedagang peralatan elektronik. Genangan air berisiko merusak barang dagangannya, terutama jika air masuk ke perangkat elektronik. “Saya takut barang elektronik rusak kalau kemasukan air. Ini hujannya belum seberapa deras, kalau deras pasti makin mengerikan,” ujarnya.

Merespons keluhan tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan memastikan anggaran pemeliharaan atap Pasar Induk Among Tani telah tersedia. “Anggaran untuk pemeliharaan atap Pasar Induk sudah ada,” tegasnya.

Dian menjelaskan, penanganan sebelumnya terkendala peralihan kewenangan. Pada tahun lalu, perbaikan berada di bawah tanggung jawab Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Batu. Kini, kewenangan perbaikan sepenuhnya berada di Diskumperindag.

Advertisement

Artikel Terkait

Kades di Kota Batu Diminta Intensifkan Kerja Bakti

Kades di Kota Batu Diminta Intensifkan Kerja Bakti

Pemkot Batu minta seluruh kades intensifkan kerja bakti bersihkan lingkungan di musim hujan.

Sedimen Hulu Diduga Perparah Luapan Air di Kota Batu

Sedimen Hulu Diduga Perparah Luapan Air di Kota Batu

Sedimen hulu diduga perparah luapan air, DPUPR Kota Batu akan cek bangunan pengendali.

Jalan Terangkat, Plengsengan Kota Batu Ambrol

Jalan Terangkat, Plengsengan Kota Batu Ambrol

Hujan deras di Kota Batu sebabkan kerusakan jalan, plengsengan ambrol, dan luapan air di lima titik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer