Pesanan Bunga Potong dari Kota Batu Melonjak 70 Persen

BATU, RADAR BATU - Pesanan bunga potong dari Kota Batu melonjak hingga 70 persen dibandingkan saat bulan Suro. Kenaikan sejak Agustus lalu itu didorong meningkatnya kebutuhan bunga segar untuk dekorasi hajatan dan pesta pernikahan di berbagai daerah.
Koordinator Supplier Bunga Potong Kota Batu Jumadi mengatakan, permintaan mulai kembali bergairah setelah sempat lesu selama bulan Suro. Lonjakan terutama datang dari pelanggan luar kota yang membutuhkan pasokan bunga untuk dekorasi pelaminan.
“Penjualan melonjak sekitar 70 persen dibanding saat bulan Suro,” ujarnya. Permintaan juga membentuk pola pengiriman mingguan yang padat menjelang akhir pekan. Pasokan bunga potong dari Batu didistribusikan ke sejumlah daerah di Jawa Timur. Mulai Banyuwangi, Ponorogo, Madiun, Trenggalek, Blitar, Pasuruan, hingga Surabaya.
Baca Juga: Kelangkaan BBM di Kota Batu Bikin Biaya Proyek Membengkak
Pengiriman rutin juga menjangkau Pulau Bali. Selain untuk dekorasi acara, bunga potong dari Batu digunakan untuk memenuhi kebutuhan ritual keagamaan dan persembahan harian masyarakat setempat. “Bahkan, sehari bisa ribuan potong yang dikirim,” paparnya.
Di tengah kenaikan permintaan, pedagang berupaya menjaga harga agar tetap terjangkau. Mawar bertangkai panjang dijual sekitar Rp 50 ribu per ikat berisi 25 tangkai. Sementara itu, harga untuk pelanggan tetap yang terikat kontrak berkisar Rp 1.300 hingga Rp 1.500 per tangkai. Sementara, harga eceran bisa mencapai Rp 2.000 per tangkai.
Baca Juga: Titik Panas Karhutla Nasional Turun Jadi 270, tapi Kalteng Justru Melonjak ke 92 Titik
Bunga pelengkap dekorasi, seperti pikok, juga tetap diminati. Harganya kini berada dikisaran Rp 15 ribu per ikat. Jumadi memprediksi permintaan masih akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang. Lonjakan berikutnya diperkirakan terjadi saat musim pernikahan pada bulan Syawal dan Dzulhijjah atau Bulan Besar.



